Sebuah Catatan Harian, Motivasi, Syukur, dan Renungan

Archives for October, 2008

Gagal = Sukses Yang Tertunda

Siapa sih yang tidak pernah gagal? Superhero macam Spiderman pun pernah menjuntai di ketinggian gedung karena kehilangan jaring. Superman langsung tak berdaya kalau sudah kena batu dari planet Krypton. See? Yeah, itu memang dongeng. Poinnya, sejagoan apa pun, manusia normal pasti pernah gagal. Jadi, jangan menyerah dong ah.

Setiap orang pasti pernah mengenal kegagalan. Entah kegagalan dalam hubungan percintaan, pekerjaan, bisnis, atau hal-hal sepele yang kita temui setiap hari. Bila kadarnya masih kelas ringan, mungkin banyak yang berhasil dengan mulus melewati kegagalan tersebut. Namun bila sebaliknya, tak banyak yang sanggup menerimanya secara legowo dan menjadikannya cambuk untuk mencapai sukses.

Inilah ironisya, banyak orang sukses yang mengalami kegagalan hanya karena selalu dihinggapi perasaan takut gagal. Sebaliknya, banyak orang yang secara kemampuan biasa saja, namun bisa sukses berkat kepercayaan diri, dan yang paling penting, tidak takut gagal.

INTROSPEKSI DIRI
Saat kegagalan menimpa kita, yang pertama kali dirasakan adalah shock, kecewa dan tidak terima. Jangan dilawan, Bu. Biarkan perasaan-perasaan itu menyelimuti Anda. Setelah itu, beri waktu untuk memikirkan atau merunutkan apa sih yang sesungguhnya terjadi. Carilah poin-poin penting yang menyebabkan kegagalan. Dari sini Anda bisa mengambil pelajaran untuk mengambil langkah selanjutnya.

MENCARI PUNDAK
Saat merasa gagal, kita cenderung memendam semuanya seorang diri, sampai paru-paru basah (karena terlalu banyak menangis dalam hati…alaaah…). Sekarang saatnya Anda mencari “a shoulder to cry on”. Bagilah cerita pada kawan dekat, sahabat, keluarga atau mungkin pakarnya. Bercerita pada orang lain bisa membuat setengah beban di pundak Anda berkurang. Mintalah pendapat mereka tentang masalah yang tengah dihadapi dan bagaimana Anda keluar dari problem tersebut.

HAP HAP HAP!
Seberapa besarpun kegagalan yang dialami, tetaplah bersemangat menghadapi hidup. Anda bukanlah orang pertama yang pernah merasakan kegagalan. Sudahlah, kegagalan itu bisa menimpa siapa saja, kok. Pacu semangat dengan melakukan kegiatan berkualitas. Anda tidak bisa menghasilkan apa-apa, jika hanya merenung-duduk melamun-bersedih-sedih. Anda hanya perlu tekad lebih bulat untuk terus berusaha lebih keras
lagi. Ayo hap hap hap!

HADAPI CELAAN
Banyak orang yang masih tidak tahan mendapat kritik. Setiap kritikan yang datang dianggap sebagai serangan pribadi. Padahal, dari kritik merekalah Anda bisa mengoreksi kekuranan Anda. Kalau tidak ada feedback, bagaimana mungkin Anda bisa berkembang, berkreasi dan melakukan inovasi.

BERGAUL SELUASNYA
Biarkan orang tahu kemampuan Anda. Jangan takut pada anggapan bahwa kesempatan hanya datang sekali. Ubahlah paradigma Anda. Bukan kesempatan yang menghampiri Anda, tapi Andalah yang seharusnya menghampiri kesempatan. Bergaul seluas-luasnya adalah satu cara untuk mendapat kesempatan kedua, ketiga dan seterusnya.

PASTI BISA!
Jangan buru-buru patah semangat dan kapok begitu kegagalan menghampiri Anda. “Ah…, kalau akhirnya seperti ini, saya enggak bakalan mau melakukannya lagi.” Ayo dong, think positive. Anda tidak segagal itu, kok. Orang-orang hebat di luar sana tidak pernah mengkeret ketika gagal. Yakin deh, peluang untuk meraih sukses masih tetap terbuka. Bukankah ada ungkapan, bila satu pintu tertutup, maka ada dua-tiga jendela lagi yang terbuka?

Beranilah untuk gagal. Mungkin Anda memang akan jatuh berkali-kali, tapi itu satu-satunya cara untuk tumbuh. Kalaupun gagal, setidaknya, itu masih lebih baik karena Anda pernah mencobanya. C’mon, masak kalah sama Spiderman ;)

Sumber: Ika Nurul Syifaa, Kompas.com

Tujuh Langkah Meraih Impian

By Darmadi Darmawangsa M.Sc., C.Eng.

SUDAHKAH Anda meraih mimpi Anda di penghujung tahun ini? Jika jawabannya adalah ya, saya turut berbangga hati karena Anda adalah sedikit dari orang yang mampu menggapai mimpi yang Anda idam-idamkan. Namun jika Anda belum berhasil meraihnya, janganlah berkecil hati, berikut ini saya akan menjabarkan tujuh langkah efektif agar mimpi Anda dapat tercapai di tahun mendatang. Setting Goals (penentuan tujuan) adalah hal yang sangat sering didengungkan di semua perusahaan yang berbasis sales. Namun, sayangnya, apa yang menjadi keinginan seluruh team ternyata bukan hal yang mudah untuk diraih. Keinginan (wants) tidaklah cukup, karena saya yakin semua orang yang berakal sehat tentu menginginkan hal yang terbaik bagi dirinya. Namun satu hal penting yang membedakan antara mereka yang meraih goals-nya dengan mereka yang tidak adalah kemauan (will). Seberapa besar kemauan Anda sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai apa yang Anda inginkan. Kemauan yang besar tidak datang begitu saja, ada tujuh langkah yang dapat kita pelajari yang niscaya mampu mengubah keinginan kita menjadi sebuah kemauan meraih yang terbaik dalam hidup ini. Simaklah langkah-langkah berikut ini Read more… »

Semoga Tetap Ikhlas

Membaca cerita di bawah ini membuat saya teringat akan Kakak. Sekilas mengelibat dalam pikiran saya, bahwa saya dulu salah berdoa, waktu dokter menyatakan hanya Tuhan yang tahu kapan kondisi Kakak akan berakhir, saya n suami pasrah berdoa memohonkan yang terbaik buat bunga hati kami. Meskipun di awal sakit Kakak hingga malam diambilnya Kakak, saya ngotot memohon mukjizat kesembuhan anak kami kepada-Nya. Suami saya mengaktifkan kebiasaannya berderma dalam bertaqarrub kepada Allah. Namun beberapa jam menjelang kepergian Kakak, kami memang pasrahkan kepada Allah untuk mendapatkan apa yang terbaik.
Astaghfirullaah…. jangan-jangan saya kembali menjadi tidak ikhlas gara-gara membaca cerita di bawah ini. Menyesali mengapa kami tidak memohon mukjizat kesembuhan. Ataukah memang Allah telah menghendaki kepergian Kakak? Subhanallaah…. Hanya Allah yang Tahu dan Berkehendak. Saya pun seakan kembali kepada ketidakrelaan. Semoga Allah mengampuni apa yang yang saya rasakan.
__________________________________________________________________________

Jika Dokter Mengatakan “Tidak Ada Harapan”

Read more… »

Kita Adalah Apa Yang Kita Lakukan

Ada yang bagus neeh.. dari Pak Mario Teguh di Trans TV semalam.
” Kita adalah apa yang kita lakukan.
Bila hati kita sedang tidak damai, buatlah orang lain menjadi damai n lihat apa yang terjadi.
Bila hati kita sedang tidak bahagia, buatlah orang lain bahagia…………….”

Hhhm….. menyejukkan. Mari kita praktekkan dan lihat apa yang terjadi dengan diri kita ya?

Ketemu Teman

Banyak hal terjadi akhir-akhir ini. Tiba-tiba saja saya jadi terhubungkan dengan teman-teman lama saya. Teman satu angkatan TK89 Undip, SMP 3 Semarang, SMA 1 Semarang. Barusan malah ada berita duka dari tetangga dekat sekaligus teman kerja dulu di Cilacap. Padahal semalam saya terhubung dengan kenangan-kenangan manis semasa Kakak ada. Jadual shalat n belajar yang dulu sudah tertata bersama Kakak (Dea) n Taj, sekarang amburadul n terasa malas bagi saya untuk memulainya dengan Taj. Padahal saya tahu pasti Taj harus mulai dilatih dengan semua itu.
N pagi ini, Yulius, sohib se-gank jaman SMA dulu tiba-tiba telpon setelah lama kami kehilangan kontak. Ternyata dia deket n gak jauh dari kehidupan saya sekarang. Beliaunya kerja di Gresik n sudah jadi orang Surabaya. Lalu… rangkaian kenangan dan kontak dengan teman-teman seangkatan pun hadir n muncul.
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Pasti semua ada yang mengatur. Mungkin saatnya ditunjukkan oleh-Nya ke saya untuk kembali ceria. Memang sejak Kakak gak ada saya juga bertemu banyak teman baru di bisnis saya. Namun dengan ketemu teman-teman lama sepertinya saya bisa berhaha-hihi mengenang masa-masa masih memakai seragam putih abu-abu. Hik..hik.. lucu ya?
Pengin rasanya langsung lari ke Semarang, bongkar-bongkar album foto jadul. Duh.. masih kesimpen gak ya sama ortu, secara beliaunya juga sudah pindah rumah. Semoga banyak berkah dengan menyambung tali silaturahim ini. See u deh temans.. baik online or offline nantinya.

 

Bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur namun bersyukurlah yang membuat kita bahagia

Meta