Saya posting artikel ini karena banyak kemiripan deh dengan saya. Soal komputer yang sering kacau (maklum gaptek), nggak hapal jalan alias disorientasi, n PMS (Pre Menstrual Syndrome.. dulu tapi, he..he..). So buat my dear husband kalopun terdampar baca ini, jangan termehek-mehek ya… Love u much…
___________________________________________________________________________
Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun (saya: lima tahun) dalam masa perkenalan, dan dua tahun (saya: sepuluh tahun) dalam masa pernikahan, harus saya akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. Read more… »




