Sebuah Catatan Harian, Motivasi, Syukur, dan Renungan

Archives for November, 2008

Hari ini saya dapat email sharing dari seorang pemilik toko online. Saya pernah beli matternity needs dari webnya. Kalo tidak dapat emailnya hari ini, saya tidak pernah menduga bahwa status dia saat menjalankan bisnis onlinenya adalah masih wanita pekerja tepatnya ibu bekerja.
Dia berbagi cerita barusan mengajukan pengunduran diri dari tempat kerjanya, sebagai sekretaris senior di perusahaan minyak dan gas. Dia gak pernah mengira harus memilih dan menentukan prioritas antara keluarga, karir, dan bisnisnya. Dia juga tidak pernah mengira kalo bisnis yang baru beberapa bulan dijalaninya memberikan pendapatan berlipat dari gajinya sekarang. Dan diapun merasa egois kalo harus mengorbankan keluarga demi aktualisasi diri dan pencapaian prestasi, mengingat penghasilan suaminya sudah sangat mencukupi. Resign dari istri dan ibu memang sesuatu yang gak mungkin. Pilihannya ya resign dari pekerjaan kantor. Toh bisnis yang ditekuninya bisa dijalankan dari rumah, tetap dekat dengan anak n keluarga. Meski si Mbak ini diberati perusahaan tempatnya bekerja n akhirnya diberi tawaran mengambil cuti beberapa bulan (iih…baik sekali ni bosnya ya?) untuk diberi kesempatan berpikir akan benar-benar resign or back to work.
Ada istilah yang bagus yang saya pelajari dari si Mbak ini bahwa kita sering mendengar istilah “kerajaan bisnis”, tapi pernahkah kita mendengar “kerajaan karir”? Hhmmm… betul juga yach?
Sayapun kembali diingatkan pada obsesi, cita-cita, atau keinginan saya menjadi WAHM, work at home mom. Ya.. meski sudah merintis kerajaan bisnis, namun saya sering tidak fokus, he..he.. Mungkin karena sikon yach.. juga karena saat ini saya merasa saya juga menyukai pekerjaan saya.
Semoga Allah meridhoi keinginan saya untuk nantinya tetap berpenghasilan namun bisa mengantar anak ke sekolah, mengambil raportnya tanpa terburu-buru balik ke kantor lagi, berkumpul dengan sesama ortu murid, ngerumpi.. eits… bukan ngerumpi, maksudnya mempromosikan bisnis sekalian. Hhm… kapan ya berhenti jadi ibu bekerja n beralih ke bekerja dari rumah. Semoga bukan mimpi kali yee….

Antara Keinginan dan Usaha

Telpon yang saya terima pagi ini dari seorang teman di Cilacap, masih pagi.. belum genap jarum jam menunjuk 05.30, membuat hati kecil saya terharu. Bagaimana tidak.. Beliau meminta maaf dan berpamitan akan berangkat menunaikan ibadah haji di tanah suci bersama suami dan mertua.
Sontak meluncur kalimat dari bibir saya,” Ya Mbak… Mbak gak ada salah kok sama saya. Semoga diberi kekuatan dan keikhlasan dalam beribadah di sana dan nantinya menjadi haji yang mabrur.”
Sosok beliau yang sederhana n gak neko-neko menggugah motivasi saya, mengingatkan saya bahwa keinginan saja tidaklah diridhoi Allah tanpa kita berusaha. Terlintas kenangan saat saya di Cilacap, mengkoordinir tabungan teman-teman, yach.. kecil-kecilan sih untuk bisa n mampu berkurban saat Idul Adha. Waktu itupun terlintas mestinya bila kita berniat haji, juga melakukan hal yang sama. Hanya niat dan keinginan dalam hati, disertai doa yang mungkin hanya sekedar basa-basi, namun tanpa usaha untuk mewujudkannya, akankah Allah melihat kesungguhan hati kita? Meskipun memang bisa tidaknya kita berangkat haji juga atas kuasa dan kehendak-Nya.
Mestinya keinginan saya agar bisa berangkat ke tanah suci before 40 (he..he.. sebelum 40 tahun) diiringi dengan usaha dan kesungguhan saya mewujudkannya. Namun.. mengapa saya sekarang justru terkapar dalam segudang tanya akibat perginya buah hati tercinta? Harusnya saya kembali bangkit n berkata, “Aku pasti bisa…, Insya Allah tentunya.”

 
Ngantor Sambil Bisnis!

Bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur namun bersyukurlah yang membuat kita bahagia

Meta