Sebuah Catatan Harian, Motivasi, Syukur, dan Renungan

Archives for April, 2009

Mutiara

kaniaAlhamdulillaah… telah lahir hari ini, Rabu 22 April 2009, 16.33 adik dari Jasmine Taj Ariva. Perempuan nih.. bb 3,2 kg and p 49 cm. Insya Allah namanya Kania Mutiara Ariva. Mohon doa nih biar jadi anak sehat n shalihah.

Mengapa yang Kaya Semakin Kaya?

Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus, dan yang miskin bablas miskin. Kenapa orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan). Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, mall yang disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dan lain-lain). Sedemikian sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut di atas, sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.

Kenapa orang miskin bablas miskin ? Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran. Contoh : Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar, beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dan lain-lain.

Pertanyaannya adalah: Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab, Anda yang tahu termasuk golongan manakah Anda?

Untuk melengkapi pembelajaran Anda silahkan Anda download eBook
“24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan” oleh Tung Desem Waringin senilai Rp. 250.000,- dan seminar 3 hari Financial Revolution senilai Rp. 4.933.500,- Klik di sini.

Ibu

Sang ibu muda melangkahkan kakinya di jalan kehidupan. ‘Apakah jalannya jauh ?’ tanyanya. Pemandunya menjawab: ‘Ya, dan jalannya berat. Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini. Tetapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.’
Tetapi ibu muda itu sedang bahagia. Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik daripada tahun-tahun ini. Ia bermain dengan anak-anaknya, memetik bunga-bunga untuk mereka. Sepanjang jalan, ia memandikan mereka di aliran sungai yang jernih. Matahari bersinar di atas mereka, dan ibu muda itu berseru: ‘Tak ada yang lebih indah dari pada ini.’
Lalu malam tiba bersama badai. Jalan nampak gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan. Ibu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantelnya. Anak-anak itu berkata: ‘Ibu, kami tidak takut,karena ibu ada di dekat kami. Tak ada yang dapat menyakiti kami.’

Dan fajar menjelang. Ada bukit menjulang di depan mereka. Anak-anak mendaki dan menjadi lelah. Ibunya juga lelah. Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya: ‘Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.’ Demikianlah anak-anak itu mendaki terus. Saat sampai di puncak, mereka berkata: ‘Ibu, kami tak mungkin melakukan ini tanpa ibu.’
Dan sang ibu, saat ia berbaring di malam hari sambil menatap bintang-bintang, berkata: ‘Hari ini lebih baik dari pada yang lalu karena anak-anakku sudah belajar menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku memberi mereka keberanian. Hari ini aku memberi mereka kekuatan.’
Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi. Awan perang, kebencian dan kejahatan. Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung dalam gelap. Ibu berkata: ‘Lihat keatas. Arahkan matamu kepada sinar itu.’ Anak-anak menengadah dan melihat di atas awan-awan ada kemuliaan abadi yang menuntun mereka melalui kegelapan.
Dan malam harinya, ibu berkata: ‘Ini hari yang terbaik karena aku sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku. .’
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun. Ibu menjadi tua, kecil dan bungkuk. Tetapi anak-anaknya menjadi tinggi, kuat dan berjalan dengan gagah berani. Saat Ibu sulit berjalan, mereka membopongnya. Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan, mereka melihat sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar.
Ibu berkata: ‘Aku sudah sampai pada akhir perjalananku, dan sekarang aku tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya. Kini anak-anakku dapat berjalan sendiri dan anak-anak mereka ada di belakang mereka.’ Dan anak-anak menjawab: ‘Ibu selalu akan berjalan bersama kami meskipun Ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu.’
Mereka berdiri, melihat Ibu mereka berjalan sendiri dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia melewatinya. Dan mereka berkata: ‘Kita tak dapat melihat Ibu lagi tetapi ia masih bersama kita.’
Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan.
Ia senantiasa hadir dan hidup.
Ibumu selalu bersamamu.
Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan.
Ia adalah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit..
Ibumu hidup dalam tawa candamu.
Ia terkristal dalam tiap tetes air mata.
Ia adalah tempat engkau datang, ia adalah rumah pertamamu.
Ia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu.
Ia adalah cinta pertamamu.
Tak ada satupun di dunia ini yang dapat memisahkan kalian.
Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian.

Sumber: Ruri Hadi

Surat Buat Kakak di Surga

Hari ini setahun yang lalu, Kakak pergi meninggalkan kami. Kenangan dan peristiwa banyak berseliweran di memori Ibu hari-hari ini. Mengingat saat-saat terakhir kepergian Kakak ataupun keriangan Kakak dalam seragam sekolah. Duh.. kok ya akhir-akhir ini tiap pulang kerja selalu saja ketemu teman-teman SD Kakak. Kalau diterus-terusin memang pasti kami-kami ini (Ibu n Bapak) selalu saja “termehek-mehek” terbawa emosi mengenangmu. Namun hari ini Ibu ingin merenung ada apa ya di balik semua ini.

lentera-jiwa1Ibu sudah gak suka bulan April sejak tahun lalu. Meskipun ada ultah Ibu n anniversary Bapak Ibu dalam bulan itu. Tapi Kakak bikin “kejutan” untuk ultah Ibu setahun lalu. April tahun ini kok ya seperti diatur banyak peristiwa yang mesti Bapak Ibu lewati tanpamu. Adiknya dik Taj Insya Allah lahir akhir bulan ini, n awal bulan ini Ibu seperti “excited” karena ada seberkas cahaya sesuaiĀ  “lentera jiwa”. Ya… meski Kakak tau “lentera jiwa” Ibu, tapi siapa tau ini jalan Allah untuk mempercepat mewujudkan impian-impian kita. Kalaupun memang Bapak-Ibu diharuskan menata hidup dari awal lagi, Insya Allah dimudahkan jalan ini ya Kak… Tapi kalaupun ini hanya penghiburan dari Yang Di Atas untuk memicu kembali semangat Ibu, ya Insya Allah Bapak-Ibu coba fokus kembali di jalan sekarang. Bagaimanapun kesempatan harus dijajagi dulu, soal diambil tidaknya Allah tempat kita berserah kan?

Kakak sudah bahagia kan di sana? Main-main n ketemu dengan dik Hafidz ya? Bantu doa ya Kak, biar cepat diterima doanya.

Aku Pasti Bisa

Seorang teman, kenal via blog juga seeh.. tapi rasanya kayak sudah kenal lama, mengemail tentang blog ini. Biasanya dia cuman buka blog bisnis HD saya saja. Si Mbak ini komentar tentang Kakak n ada pelajaran yang dia petik. Maafkan saya Mbak… sampai detik ini belum sempet bales emailnya soalnya memang belum update blog yang ini lagi. Meskipun hati rasanya teriris-iris kehilangan anak, namun saya sadar sepenuhnya bahwa kita memang hanya sekedar dititipi sama Yang Di Atas. Jadi betul seperti si teman katakan ini, dia sekarang bener-bener coba kontrol emosi jangan sampai marah kelewatan ke sang anak.
Kalau dikomentari bahwa akupastibisa.com ini syarat makna, ya.. begitulah, setidaknya bagi saya. Berawal dari lagu kesayangan Kakak, juga menggambarkan jiwa Kakak yang optimis.. Semoga saya ibunya ini bisa meniru keoptimisannya, terutama setelah dia tinggalkan.