Hari ini setahun yang lalu, Kakak pergi meninggalkan kami. Kenangan dan peristiwa banyak berseliweran di memori Ibu hari-hari ini. Mengingat saat-saat terakhir kepergian Kakak ataupun keriangan Kakak dalam seragam sekolah. Duh.. kok ya akhir-akhir ini tiap pulang kerja selalu saja ketemu teman-teman SD Kakak. Kalau diterus-terusin memang pasti kami-kami ini (Ibu n Bapak) selalu saja “termehek-mehek” terbawa emosi mengenangmu. Namun hari ini Ibu ingin merenung ada apa ya di balik semua ini.
Ibu sudah gak suka bulan April sejak tahun lalu. Meskipun ada ultah Ibu n anniversary Bapak Ibu dalam bulan itu. Tapi Kakak bikin “kejutan” untuk ultah Ibu setahun lalu. April tahun ini kok ya seperti diatur banyak peristiwa yang mesti Bapak Ibu lewati tanpamu. Adiknya dik Taj Insya Allah lahir akhir bulan ini, n awal bulan ini Ibu seperti “excited” karena ada seberkas cahaya sesuaiĀ “lentera jiwa”. Ya… meski Kakak tau “lentera jiwa” Ibu, tapi siapa tau ini jalan Allah untuk mempercepat mewujudkan impian-impian kita. Kalaupun memang Bapak-Ibu diharuskan menata hidup dari awal lagi, Insya Allah dimudahkan jalan ini ya Kak… Tapi kalaupun ini hanya penghiburan dari Yang Di Atas untuk memicu kembali semangat Ibu, ya Insya Allah Bapak-Ibu coba fokus kembali di jalan sekarang. Bagaimanapun kesempatan harus dijajagi dulu, soal diambil tidaknya Allah tempat kita berserah kan?
Kakak sudah bahagia kan di sana? Main-main n ketemu dengan dik Hafidz ya? Bantu doa ya Kak, biar cepat diterima doanya.




