Posted on 2009 under Motivasi |
26
Jun
Kehidupan ibarat sebuah pohon takdir yang ditumbuhi puluhan bahkan ratusan cabang dan ranting. Ada cabang yang kokoh berdaun rimbun, berbunga, dan berbuah melimpah. Ada cabang yang kokoh, namun tak dihiasi terlalu rimbun daun maupun buah dan bunga yang indah, tapi masih tetap berdaun, berbuah dan berbunga. Ada pula cabang yang kering hingga hanya memiliki sedikit daun karena meranggas, tanpa memiliki sedikitpun buah dan bunga. Yang paling menyedihkan adalah cabang yang bahkan mati sebelum ditumbuhi daun…
Ketika cabang terbentuk. ……..Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi terhadap cabang tersebut. Semuanya berada di luar jangkauan, berada di luar kuasa kita. Cabang dan ranting adalah pilihan-pilihan yang harus kita tempuh untuk menjalani kehidupan. Setiap keputusan memiliki konsekuensi dan resiko masing-masing. Jadi, kehidupan yang dimiliki saat ini adalah hasil dari keputusan atas pilihan yang sudah kita lakukan di masa lalu.
Waktu tidak pernah bisa ditarik mundur…….. Tidak berguna menyesali pilihan yang sudah kita ambil. Yang harus kita lakukan adalah ambil keputusan terbaik. Hidup ada di tangan kita sendiri, baik atau buruk hasil yang kita dapat, itulah resiko atas pilihan yang telah kita buat……..
Thanks to Asrul Smansa Smg
Posted on 2009 under Renungan |
23
Jun
Pernahkah Anda merasakan patah hati? Ada curhat nih dari seorang teman yang saya sendiri bingung musti kasih saran apa.
“Pacar saya sekarang berdomisili di kota yang mengingatkan saya pada kesedihan. Juga sikapnya yang monoton membuat saya sering tidak bersemangat lagi. Saya harus memutuskan apakah saya akan menikah dengannya dan mendampinginya dengan resiko semangat hidup saya biasa-biasa saja. Tiba-tiba di lain kota saya dipertemukan dengan seseorang yang begitu mempesona.. pacar ideal impian saya. Dengannya saya merasa “exciting”, hidup tiba-tiba lebih berwarna. Namun…… badai Katrina datang, keluarga besar saya tidak merestui hubungan baru saya. Mereka mengatasnamakan kesetiaan dan masa depan saya (pacar saya sekarang lebih kaya siih… he..he.., juga sebenarnya dia sangat baik). Juga keberkahan hidup saya. Karena kalau pacar sekarang saya tinggalkan, dia mungkin akan memendam benci seumur hidup pada saya.”
Kalau Anda jadi dia, apa yang Anda lakukan? Tetap menikah dengan pacar sekarang atau menjajagi kehidupan dengan pacar baru. Menikah dengan pacar sekarang dengan suasana hati yang biasa-biasa saja atau menjalin hubungan dengan pacar baru dengan hati riang dan bersemangat namun rizki mungkin tidak berkah.
Ada nasihat yang bisa bikin adem n nyess, dari sahabat saya, Pak Haji Makasar, ‘hati yang patah’ dilas pake kawat ‘syukur’ dan tenaga api ‘kesabaran’ agar dihasilkan hati yang kembali tersambung dengan ‘keyakinan rencana Allah akan lebih indah dari yang kita bayangkan atau kita rencanakan’.
Posted on 2009 under Renungan |
18
Jun
Apabila setelah kedukaan yang kita alami, tiba-tiba ada berbagai kemudahan dalam hidup ini. Ada banyak pilihan yang musti ditentukan. Ada kebahagiaan lebih yang terpampang di depan mata. Akankah kita bimbang jalan mana yang akan kita lalui?
Setelah Dhuha dan Tahajud rutin kita tunaikan dan begitu mudahnya jalan kita dibukakan oleh-Nya, pantaskah bila kita berprasangka “Jangan-jangan ini ujian juga dari-Nya?”
Bila kita ada di persimpangan dan semua jalan terlihat sama eloknya, manakah yang akan kita pilih? Bagaimanakah kita membaca petunjuk dan tanda-tanda-Nya?
“Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan, kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, dan benar-benar Allah mengetahui orang orang yang benar dan mengetahui pula orang orang yang dusta” (QS. Al-Ankabut: 2-3)
“Dan Kami uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan kepada Kami-lah kalian kembali” (QS. Al-Anbiyah: 35)
Alhamdulillaah atas segala nikmat dan karunia yang Kau limpahkan, namun ijinkan kami memohon petunjuk-Mu. Masukanlah kami ke dalam golongan orang mukmin yang tabah, yang senantiasa berlapang dada, dalam menempuh segala ujian, baik berupa penderitaan maupun kesenangan.
Posted on 2009 under Motivasi |
13
Jun
Rahasia Jamil Azzaini mewujudkan semua mimpinya adalah ’bintang terang’, ’lingkungan positif’, dan ’berani ambil resiko’.
Resep mencapai suksesnya yakni ”rumus motivasi” dalam menggeber ketiga langkah optimalisasi diri. “Motivasi adalah TB (To Be) dikalikan TH (To Have) dikalikan V (Valensi).”
Tabungan Energi Positif akan dicairkan dalam bentuk 4-ta (harta, tahta, kata, dan cinta).
- Harta adalah memiliki kemampuan mengelola uang yang baik.
- Tahta adalah siap memikul amanah.
- Kata adalah ucapannya bertuah, lisannya ditunggu orang, ceramahnya menyenangkan, nasihatnya mengena, doanya mustajab, menyadarkan orang lain, tulisannya dibaca orang, dsb.
- Cinta adalah popularitasnya naik, dipuja, pengikutnya banyak, relasi meningkat, teman yang loyal, dsb.
Namun bersiaplah menuju kehancuran jika 4-ta cair dari Tabungan Energi Negatif.
Orang yang paling mulia adalah yang paling banyak memberi manfaat pada kehidupan orang lain.
Bagaimana seseorang bisa menjadi pribadi yang tangguh dan ”Sukses Mulia”? Orang itu harus:
- punya dorongan kuat untuk maju dan mengembangkan potensi yang dimiliki
- menguasai keterampilan untuk menghasilkan 4-ta.
- jangan salah bergaul, ingatlah bahwa bergaul dengan tukang minyak wangi akan kecipratan bau wangi. Bergaul dengan pandai besi akan terpercik api.
Disarikan dari Proposal SuksesMulia ala Jamil Azzaini
Posted on 2009 under Renungan |
12
Jun
Seorang muda yang selalu resah dan gelisah menemui seorang bijak dan bertanya, ”Berapa lamakah waktu yang saya butuhkan untuk memperoleh kebahagiaan? ”
Orang bijak itu memandang si anak muda kemudian menjawab,”Kira-kira sepuluh tahun.”
Mendengar hal itu anak muda tadi terkejut,”Begitu lama?” tanyanya tak percaya.
”Tidak,” kata si orang bijak,”Saya keliru.Engkau membutuhkan 20 tahun.”
Anak muda itu bertambah bingung.”Mengapa Guru lipatkan dua,?” tanyanya keheranan.
Orang bijak kemudian berkata,”Coba pikirkan, dalam hal ini mungkin engkau membutuhkan 30 tahun.”
Apa yang terlintas dalam pikiran Anda ketika membaca cerita di atas? Tahukah Anda mengapa semakin banyak orang muda itu bertanya, semakin lama pula waktu yang diperlukannya untuk mencapai kebahagiaan? Lantas,bagaimana cara kita mendapatkan kebahagiaan?
Sebagaimana yang telah banyak disampaikan, kebahagiaan hanya akan dicapai kalau kita mau melakukan pencarian ke dalam. Namun,itu semua tidak dapat Anda peroleh dengan cuma-cuma. Anda harus mau membayar harganya.
Agar lebih mudah kita gunakan analogi sebuah toko.Nama toko itu adalah ”Toko Kebahagiaan. ” Di sana tidak ada barang yang bernama ‘Kebahagiaan’ ‘ karena ”Kebahagiaan’ ‘ itu sendiri TIDAK DIJUAL. Namun, toko ini menjual semua barang yang merupakan unsur-unsur pembangun kebahagiaan, antara lain: KESABARAN, KEIKHLASAN, RASA SYUKUR, KASIH SAYANG, KEJUJURAN, KEPASRAHAN dan RELA MEMAAFKAN.
Inilah ”barang-barang’ ‘ yang Anda perlukan untuk mencapai kebahagiaan.
Tetapi, berbeda dari toko biasa, toko ini tidak menjual produk jadi. Yang dijual di sini adalah BENIH.
Jadi, kalau Anda tertarik untuk Membeli ”Kesabaran’ ‘ Anda hanya akan mendapatkan ”Benih Kesabaran.”
Karena itu, segera setelah Anda pulang ke rumah Anda harus Berusaha Keras untuk Menumbuhkan Benih tersebut Sampai ia Menghasilkan BUAH KESABARAN. Setiap Benih yang Anda beli di toko tersebut Mengandung Sejumlah Persoalan yang Harus Anda Pecahkan.
Hanya bila Anda MAMPU Memecahkan Persoalan tersebut, Anda akan Menuai Buahnya.
Benih yang dijual di toko itu juga bermacam-macam tingkatannya. ”Kesabaran Tingkat 1,” misalnya, berarti menghadapi kemacetan lalu lintas atau pengemudi bus yang ugal-ugalan.
”Kesabaran Tingkat 2” berarti menghadapi orang yang sewenang-wenang atau orang yang suka memfitnah.
”Kesabaran Tingkat 3”, misalnya, adalah menghadapi keluarga Anda yang sendiri.
Menu yang lain misalnya ”BERSYUKUR’ ‘
”Bersyukur Tingkat 1” adalah bersyukur di kala SENANG, sementara
”Bersyukur Tingkat 2” adalah bersyukur di kala SUSAH.
”KEJUJURAN Tingkat 1,” misalnya, kejujuran dalam Kondisi Biasa, sementara
”Kejujuran Tingkat 2” adalah kejujuran dalam Kondisi TERANCAM.
Inilah sebagian produk yang dapat dibeli di ”Toko Kebahagiaan’ ‘. Setiap produk yang dijual di toko tersebut Berbeda-beda Harganya sesuai dengan KUALITAS KARAKTER yang Ditimbulkannya.
Yang TERMAHAL ternyata adalah ”Kesabaran’ ‘ karena kesabaran ini merupakan Bahan Baku dari Segala Macam Produk yang Dijual di sana.
Seorang filsuf pernah mengatakan, ”Apa yang Kita Peroleh dengan TERLALU MUDAH PASTI KURANG Kita HARGAI. Hanya Harga yang MAHAL-lah yang Memberi NILAI kepada SEGALANYA. Tuhan Tahu Bagaimana MEMASANG Harga yang Tepat pada Barang-barangnya. ”
Dengan cara pandang seperti ini kita akan menghadapi masalah secara berbeda. Kita akan Bersahabat dengan Masalah. Kita pun akan Menyambut Setiap Masalah yang Ada dengan
Penuh KEGEMBIRAAN karena Dalam Setiap Masalah Senantiasa Terkandung ”OBAT dan VITAMIN” yang Sangat Kita Butuhkan.
Dengan demikian Anda akan BERTERIMA KASIH kepada Orang-orang yang Telah Menyusahkan Anda karena Mereka Memang ”diutus” untuk Membantu Anda. Pengemudi yang ugal-ugalan, orang yang jahat, orang yang sewenang-wenang adalah Peluang untuk MEMBENTUK Kesabaran.
Penghasilan yang Pas-pasan adalah peluang untuk MENUMBUHKAN RASA SYUKUR.
Suasana yang Ribut dan Gaduh adalah Peluang untuk MENUMBUHKAN KONSENTRASI.
Orang-orang yang TAK TAHU BERTERIMA KASIH adalah Peluang untuk Menumbuhkan PERASAAN KASIH Tanpa Syarat.
Orang-orang yang MENYAKITI Anda adalah Peluang untuk MENUMBUHKAN Kualitas RELA MEMAAFKAN.
Sebagai penutup Marilah kita Renungkan ungkapan berikut ini:
”Aku memohon Kekuatan dan
Tuhan memberiku Kesulitan-kesulitan untuk Membuatku KUAT.
Aku memohon Kebijaksanaan dan
Tuhan memberiku Masalah untuk Diselesaikan.
Aku memohon Kemakmuran dan
Tuhan memberiku TUBUH dan OTAK untuk Bekerja.
Aku memohon Keberanian dan
Tuhan memberiku berbagai BAHAYA untuk aku Atasi.
Aku memohon Cinta dan
Tuhan memberiku Orang-orang yang Bermasalah untuk Aku Bantu.
Aku mohon Berkah dan Tuhan memberiku berbagai Kesempatan.
Aku Tidak Memperoleh Apapun yang Aku Inginkan,
tetapi Aku MENDAPATKAN Apapun yang Aku BUTUHKAN.”
(Oleh Kamila Vyndarti)
Sumber: Milis TDA