Sebuah Catatan Harian, Motivasi, Syukur, dan Renungan

Archives for August, 2009

Setiap Hari adalah Istimewa

Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan underwear. Dia membuka bungkusan berbahan sutra “Ini, ……”, dia berkata, ” Bukan bungkusan yang asing lagi…..” Dia membuka kotak itu dan memandang underwear berbahan sutra serta kotaknya. “Istriku membeli ini ketika pertama kali kami pergi ke New York, kira-kira 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini apalagi mengenakannya. Karena menurut dia, hanya akan dia gunakan untuk kesempatan yang istimewa.”
Dia melangkah ke dekat tempat tidur dan meletakkan bungkusan tersebut di dekat pakaian yang dia pakai ketika pergi ke pemakaman. Istrinya baru saja meninggal.
Dia menoleh padaku dan berkata: “JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN ISTIMEWA, KARENA SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH ISTIMEWA!”
Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya mengubah hidupku. Sekarang aku lebih banyak membaca dan mengurangi bersih-bersih. Aku duduk di sofa tanpa khawatir tentang apapun. Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama keluargaku dan mengurangi waktu bekerjaku. Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya menjadi sumber pengalaman supaya bisa hidup, tidak semata-mata supaya bisa survive (bertahan hidup) saja. Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu.
Aku menggunakan gelas-gelas kristal kesayanganku setiap hari. Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke supermarket, jika aku menyukainya. Aku tidak akan menyimpan parfum specialku untuk kesempatan istimewa, aku menggunakannya kemana pun aku menginginkannya. Kata-kata “Suatu hari …..” dan “Suatu saat nanti…..” sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat, mendengar dan melakukan sesuatu ternyata bisa menjadi berharga, aku ingin melihat, mendengar atau melakukannya sekarang. Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku itu apabila dia tahu dia tidak akan ada di sana pagi berikutnya. Ini yang tak seorangpun mampu mengatakannya.
Aku berpikir, jika mungkin dia tahu, malam sebelumnya dia pasti sedang mengenakan underwear kesayangannya itu. Atau sehari sebulumnya dia akan menelepon rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya. Barangkali juga dia akan menelpon teman lama untuk berdamai atas perselisihan yang pernah mereka lakukan. Mungkin dia akan pergi makan martabak spesial, makanan favoritnya bersama suaminya. Semua ini adalah hal-hal kecil yang mungkin akan kita sesali jika tak sempat kita lakukan.
Kita akan menyesalinya, karena kita tidak akan lebih lama lagi melihat orang-orang yang kita sayangi. Aku teringat orang-orang yang aku kasihi. Aku akan menyesal dan merasa sedih, jika aku tidak sempat mengatakan betapa aku sangat mencintai mereka. Sekarang, aku akan mencoba untuk tidak menunda atau menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa dan bisa membuatku menikmati hidup.
Dan setiap pagi, aku akan berkata kepada diriku sendiri bahwa hari ini adalah hari yang istimewa bagiku. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik adalah istimewa.

Sumber: milis, internet, unknown

Happy Ramadhan

Selamat datang dalam penerbangan RAMADHAN AIR tujuan Bandara Internasional IDUL FITRI dengan nomor penerbangan RA 1430 H dengan ketinggian 2009 M di atas permukaan air laut.
Tidak lama lagi kita akan menempuh perjalanan selama 30 hari dan memasuki wilayah PUASA. Mari kita tegakkan kursi KEIMANAN dan sandaran TAKWA.
Bila terjadi guncangan dalam perjalanan, kuatkan sabuk pengaman ZIKIR, TAHAJUD dan AMAL SHODAQOH kita, supaya dalam memasuki wilayah PUASA, kita aman selama 30 hari dan mendarat mulus di bandara internasional IDUL FITRI 1 SYAWAL 1430H

Selamat memasuki “gerbang check-in” bulan ramadhan, mohon maaf lahir dan batin. Happy Ramadhan….

Saya sharingkan email dari seorang teman, Ibu Enny Hasan Koehler waktu kami-kami yang nota bene ibu bekerja ni mengalami kegundahan hati ingin bekerja dari rumah tapi belum mampu. Semoga berguna buat yang lain yang mengalaminya.

—————————————————————————————————
Dear semua ananda tercinta….
Pergumulan antara tugas dan cinta….betapa agungnya wanita sebagai istri, ibu, tetapi juga membantu mencari nafkah menopang, membantu mencegah defisit anggaran bulanan….betapa mulianya wanita yang tidak bekerja di luar rumah, berdedikasi untuk keluarga, terutama anak-anak.
Kedua kategori ini membuat wanita indonesia luar biasa…..
Ide menyampaikan “dongeng” ini adalah karena adanya semacam “perang batin” di dalam dada para ibu yang berkarir (baca: bekerja di kantor/di luar rumah) dan merasa bersalah terhadap anak-anaknya (segi pendidikan dan kebersamaan) dan.. merasa “tidak berpotensi sukses” kalau tidak bekerja. Sering Nenda baca kalimat : Saya cuma ibu Rumah Tangga. Saya benci membaca kalimat itu, karena “the best place for a woman is at home”…Ini kalau kita hanya mempunyai tugas layaknya seorang Permaisuri, yang hanya mengurus masalah “dalam negeri” sedangkan zaman sekarang ini masih banyak (hampir semua kepala keluarga/suami masih perlu didukung dari segi ekonomi rumah tangga walaupun bukanlah merupakan suatu keharusan)

Anak-anakku….ananda semua….
Waduh-waduh ini jadi ramai dan seru…baiklah Nenda yang sudah merasakan kehidupan rumah tangga dan berkarir memberikan sedikit “dongeng” kepada Ananda semua, dengan harapan setelah membaca dongeng ini semua pihak…(lho seperti akte notaris..he he) menjadi tenang, dan masalah ini dapat di-closed… .masih banyak lagi hal yang memerlukan perhatian Ananda semua sebagai ibu-ibu yang masih muda.

“Dongeng” saya begini (true story)..

Kakak saya (alm) seorang ibu rumah tangga sejati. Dia selama hidupnya berbahagia dengan melahirkan hampir setiap tahun (bahkan ada yang lahir di tahun yang sama, Februari dan November) hingga 8 orang anak. Kebahagiaan hidupnya adalah melahirkan, menyusui, membesarkan anak…..tanpa pembantu. Zaman sekarang 8 anak is just unimaginable. Tapi beliau laksanakan dengan happy, jam 11 malam masih setrika baju seragam, mulai yang warna-warni anak TK, putih merah, putih biru dan putih abu-abu ….setelah disterika tidak masuk ke lemari pakaian anak-anak tetapi digantung persis seperti laundry….alhamdulillah anak-anak semua mengerti kerja keras mama mereka, mereka belajar dengan tekun, lulus universitas dalam berbagai jurusan. Padahal keadaan ekonomi mereka pas-pasan, suaminya (alm) dulu pegawai biasa di PLN….tidak ada dana tambahan atau sampingan. Kebahagiaan dan sukses yang diraih kakakku tersebut adalah ditengah anak-anaknya. bayangkan 8, setahun 1…ada adik yang pipis di meja makan, padahal beliau sedang menyuapi sang kakak yang berusia 3 tahun…. Kebahagiaan beliau tanpa mengetahui bahwa Julio Iglesias sedang manggung di JCC….tidak tahu bahwa ada show American Idol di TV..kebahagiaannya adalah menerima raport anak-anak dengan nilai tinggi, anak-anak sehat, dia tenang dipeluk suaminya karena kelelahan sampai hampir tertidur di dekat meja cuci piring…Kebahagiaan adalah membersihkan mebel setiap hari saat anak-anak sedang di sekolah…sambil menyanyi lagu-lagu everly brothers dia merapikan kamar-kamar, mengepel dll……
Enam anaknya sarjana , dan si bungsu, sekarang 26, baru saja menikah hari minggu y.l. Sayang beliau sudah tidak ada untuk menyaksikan akad nikahnya.(Saya menundukkan kepala sebentar, semoga kakak alm /bersama suaminya di terima di sisi Allah, Amiiin) dan nenda bahagia dapat berdiri di samping pengantin pria.

Itu dongeng pertama, untuk dibandingkan atau disejajarkan dengan dongeng kedua…

Ini saya pribadi sebagai adik alm. Kita berdua berbeda 2 tahun…jadi saya (Nenda) kini berusia 64, kalau beliau masih ada pastinya sekarang 66… Nah hanya berpaut dua tahun, tapi cara kita melihat kehidupan dan kebahagiaan berbeda. Saya wanita karir (baca: ibu bekerja), sampai hari ini masih memberi training/seminar/guest speaker/apalah itu namanya terserah ananda membacanya.. …kemarin dari Bandung setelah dua hari memberi inhouse training (pelatihan ingriya) untuk para sekretaris perusahaan swasta …itulah kebahagiaan saya, berkarir dan membagi ilmu pengetahuan dan pengalaman kepada para profesional muda yang memerlukannya. Karir Nenda mencapai orang ketiga (Direktur HRD) di lapisan pimpinan…. Subhanallah. .. Juga memberikan sarasehan kepada kaum ibu/istri-istri yang ingin mengetahui betapa life is so wonderful and colourful… .

Kalau kita lihat anak-anak kakak alm. berhasil karena doa, kerja keras ayah dan mamanya. bagaimana anak-anakku yang seharian ditinggal kerja? Terkadang rapat direksi dimulai pukul 6 sore? jam 10 malam baru sampai di rumah? Kapan mengurus anak-anak dan suami? Mana kebahagiaan bersama keluarga? Nah.. di sini diperlukan time management yang “luar biasa”….Alhamdulillah, berkat karunia Alah SWT, suamiku sebagai pensiunan A.L. Jerman, berada di sampingku di usia senja ini. Kami tinggal berdua di rumah, anak-anak sudah keluar dari “nest” mereka…berkeluarga 3 orang, yang sudah member cucu 2 orang (masing-masing dua, berarti cucu nenda sudah 4), seorang masih single (bungsu) di London…keasyikan bekerja, belum mau berumah tangga….tetapi dia happy dengan cara hidup yang alhamdulillah masih dalam lindungan Allah SWT…amin.

Dari “dongeng” tersebut diatas, mari kita akhiri email-email mengenai hal ini. Bekerja di rumah merupakan karir yang terhormat, apabila ananda mengetahui bagaimana mengisi hari-hari ananda, bagaimana membagi diri kita ke dalam waktu yang tersedia (semua ibu mempunyai waktu 24 jam sehari….) hingga menikmati bahwa life is wonderful and so colorful….
Catatan: Time Management bukan memanage waktu, tetapi memanage diri kita di “plot” kan pada waktu 24 jam tersebut…Tidak ada lagi excuse: saya tidak punya waktu untuk berolahraga. …padahal semua orang mempunyai waktu yang sama yaitu 24 jam…

Tambahan Nenda :
Apabila suami sebagai kepala keluarga, sebagai imam, mengatakan kepada kita istrinya…Ma, nampaknya mama harus tinggal di rumah…anak-anak menjelang remaja, mereka memerlukan perhatian lebih dari mama mereka. Jangan marah, jangan menghardik.. .papa nih gimana sih, udah cape’ meniti karir, sekarang enak saja menyuruh resign. Anda harus kembali mengingat pesan nenda terdahulu — the best place for a woman is at home.
Nenda katakan the “best”, berarti tempat yang lain pun(kantor) adalah good…. jadi bersyukurlah, berterima kasih kepada Allah SWT bahwa suami anda begitu baik untuk mengembalikan kita wanita kepada fitrahnya… yang agung…sebagai seorang ibu .
Setelah mendengar suami minta kita stay home, atau karena anda sendiri yang ingin stay home mengingat kangen kepada anak-anak sedemikian kuatnya, mengingat waktu yang kita mau berikan kepada anak-anak….silakan anda duduk sebentar dan menulis daftar : plus dan minus apabila anda tidak bekerja…
Dari daftar itu, apabila lebih banyak plus nya, langsung mengundurkan diri dari perusahaan, one month notice is due.
Kalau lebih banyak minus nya ananda di rumah…nah pertimbangkan waktu untuk berkarir (baca: bekerja) beberapa tahun lagi.

Contoh items yang akan dimasukkan kedalam daftar plus minus itu, misalnya:
1. Pendidikan anak-anak……. nilai +
2. Kerapian rumah……. .+
3. Biaya anak-anak sekolah….. ..(S1, S2)… apakah suami masih perlu dibantu ? ini bisa + atau -
4. Asuransi kesehatan… ….(apakah tercover semua anggota keluarga kalau sakit? biaya opname?)
5. Kapan suami bisa mendapatkan income yang mapan (paling tidak dua sumber jadi 1 sumber)?
6. Kapan suami menjadi pimpinan di salah satu perusahaan? (ambisi positif)
dll.dll.banyak lagi…

Kalau hasilnya lebih condong ke +…alhamdulillah. ..anda bisa bersama anak-anak 24 jam sehari…. kalau hasilnya lebih condong ke – ….minta dukungan suami untuk tetap berkarir (baca: bekerja di luar rumah) beberapa tahun lagi..
Apabila semua dibicarakan, dirundingkan, direnungkan hasilnya, direncanakan, Insya Allah apapun keputusan ananda adalah yang terbaik nantinya, karena sudah diperhitungkan, dipikirkan, direncanakan.
Jangan lupa selalu berdoa.

Kesimpulan: anda akan dapat tetap berbahagia dengan stay at work, juga anda akan tetap berbahagia bersama dengan keluarga dengan waktu yang penuh dan total. Seorang ibu rumah tangga total (100%) adalah pekerja yang ulet, tanpa cuti, tanpa lembur….selalu setia pada pekerjaannya. …

Bravo ibu bekerja….bravo ibu rumah tangga total…..
Jadilah Ibu yang Luarrr Biasa……

Komunikasi Suami Istri

Ada sharing bagus dari Julia, seorang teman di milis ibubekerja. Saya postingkan di sini buat saya n teman-teman perempuan bermawas diri. Semoga kita bisa ambil hikmahnya ya..
Julia sempat berbagi cerita dengan temannya di kantor, sebut saja Pak Iwan yang sudah punya istri dan 2 anak. Pada suatu moment, karena memang selama ini mereka sering bercerita mengenai kehidupan, akhirnya Pak Iwan cerita bahwa dia ingin menikah lagi dengan perempuan lain bernama Icha. Pak Iwan tidak bercanda karena Pak Iwan sudah sering menyindir tentang hal itu, ingin berbagi tapi tidak tahu ke mana. Sebagai seorang perempuan Julia penasaran dong, kenapa sampai sebegitunya? Kenapa sih seorang laki-laki punya niatan seperti itu?…
Akhirnya Pak Iwan cerita kalau seorang suami itu butuh dilayani, butuh diperhatikan dan disayang (dinomorsatukanlah) selain dihargai sebagai seorang suami. Kadang hal-hal tersebut tidak ia dapatkan semuanya dari istri, sehingga tidak sedikit suami yang akhirnya mencari apa yang tidak dia dapat dari istrinya. Pak Iwan cerita juga punya tetangga…tiap harinya pekerjaan rumah tangga dilakukan suaminya tapi suami sepertinya nurut saja dan gak banyak omong…eh ternyata di luaran dia punya istri lagi…nah seperti itulah, bagaimanapun suami akan mencari yang tidak dia dapatkan di rumah.
Julia bilang,”Pak, saya sudah jadi seorang istri dan ternyata tidak mudah menjadi seorang “super woman” dalam arti dengan dua tangannya dalam satu waktu dia bisa menyelesaikan dengan baik semua urusan rumah tangga seperti…mencuci, ngepel, ngurus anak, masak apalagi kalau si istri sudah capek bekerja di luar…gak mudah Pak…ditambah ngurus suami pula. Memang Bapak gak kasihan sama istri dan anak, kalau menikah lagi?…Apakah sudah tidak sayang lagi sama istri?” Pak Iwan menjawab, “Sayang sih masih..tapi gimana ya.. saya suka sama Icha ..”
Julia juga dikasih lihat foto dan pesan-pesan yang ada di HP Pak Iwan, dari perempuan yang katanya tidak mau menghancurkan rumah tangga orang lain di isi SMS dari perempuan itu…tapi Pak Iwan terlanjur suka.
Julia tanya, memang gimana sih maunya seorang suami dari istrinya? Pak Iwan kasih contoh, misalnya saat suami pulang ke rumah siapkan minuman kesukaannya sambil diajak berbincang-bincang, jangan lupa sambut dengan senyum, dandan yang cantik dan harum, memasak yang enak dan utamakan untuk suami, jangan dikasih sisaan. Begitupun dengan masalah hubungan suami istri, biasanya istri tuh kalau “diajak” suka pasrah aja, padahal mungkin suami maunya isteri lebih aktif dan kreatif dalam gaya berhubungan, jangan itu-itu aja alias monoton. Kadang isteri memang sudah kecapean ngurus ini itu, sehingga lupa kewajibannya. Kalau memang kerepotan ngurus rumah tangga, suami yang baik pasti akan sediakan pembantu buatnya, yang penting ngurusin suami jangan ditinggalkan. Kalau saja setiap isteri bisa memberikan apa yang dimau suami, saya jamin gak ada tuh yang namanya perselingkuhan apalagi kawin-cerai, godaan memang akan tetap ada tapi selama istri di rumah bisa melayani dengan baik, yang di indah di luaran itu pasti akan dilupakan.

He..he.. hayoo, siapa yang lagi ingat saat malas mengurus suami, melayaninya, membantahnya, suka cemberut, ingat gak pernah masak buatnya (hiks), ingat ingat dan ingat semuanya… Kita wajib bersyukur n ngaca diri karena sudah dikaruniai seorang suami yang begitu baik, lucu, penyayang, bertanggung jawab, tampan pula he he.

Tapi boleh dong saya nambahin.. Bila dirasa pasangan kurang perhatian sebaiknya komunikasikan saja, toh pada saat awal menikah kita berkomitmen dengannya untuk menjalani hidup bersama? Berusaha menyatukan dua hati n kalau ada hambatan kan dikomunikasikan, bukannya kita lalu cari pengganti or tambahannya, he..he.. Tak mudah memang buat menyatukan n menyamakan dua pribadi. Yang diperlukan adalah komitmen, komunikasi, n saling mengerti. So let’s do the best for our family.

Thanks to Julia

Silaturrahim Yuuk..

Lagi fresh nih.. habis cuti tambahan 2 minggu, dipakai buat nge-charge semangat lagi sekalian silaturrahim ke teman-teman lama. Duh senangnya bisa saling ketemu. Ada yang sejak lulus kuliah lho gak ketemuan…
Soal haha hihi ketemuannya gak cukup deh kalo ditulis kata demi kata. Bayangin aja ketemuan yang dilembur hingga jam 4 pagi, pastilah panjang kilasan memorinya, dari A ke Z ke A lagi, ke Z lagi, he..he.. Cuman karena lagi ngerasaain manfaat silaturrahim, ya jadinya pengin nulis deh di sini. Seorang teman yang sudah jadi bos ada yang selalu mengingatkan kalo silaturrahim itu memanjangkan umur dan menambah rizki.

Dari hasil blogwalking n ngutip kajian Pak Ustadz, di dalam silaturrahim itu ada sepuluh macam manfaat nih:

1. Mendapatkan ridho Allah SWT.
2. Membuat orang yang dikunjungi berbahagia. Sabda Rasulullah SAW, “Amal yang paling utama adalah membuat seseorang berbahagia.”
3. Menyenangkan malaikat, karena malaikat juga sangat senang bersilaturrahmi.
4. Disenangi oleh manusia.
5. Membuat iblis dan setan marah.
6. Memanjangkan usia.
7. Menambah banyak rizki dan berkah.
8. Membuat senang orang yang telah wafat. Sebenarnya mereka itu tahu keadaan kita yang masih hidup, namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka merasa bahagia jika keluarga yang ditinggalkannya tetap menjalin hubungan baik.
9. Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama, meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan, mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan.
10. Menambah pahala setelah kematiannya, karena kebaikan orang yang suka bersilaturrahim akan selalu dikenang sehingga membuat orang lain selalu mendoakannya.