Sebuah Catatan Harian, Motivasi, Syukur, dan Renungan

Archives for January, 2011

Satu Jam Saja

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya danbertanya, “Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?” Ayahnya memandang anak kecil itu dan berkata,”Tidak nak..” Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan bertanya lagi,”Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?!

Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya

“Oh ayah… Bagaimana kalo 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?”

Ayahnya tertawa, “Mungkin tak bisa juga nak…”

“OK ayah, ini pertanyaan terakhir, apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?”

Akhirnya ayahnya mengangguk,
“Kemungkinan besar, bisa nak.. Karena kasih Allah SWT dan kemauan kitalah yang akan memampukan kita untuk hidup benar..!!”

Anak ini tersenyum lega..

“Jika demikian, aku akan menjaga perasaanku dan hidup benar dari jam ke jam ayah..
Lebih mudah menjalaninya…” sahut anak dengan gembira

Marilah kita hidup dari waktu ke waktu dgn meperhatikan cara kita menjalani hidup ini…

Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikan kita terbiasa, …
Apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat,
Sifat akan berubah jadi karakter,
Karakter akan menentukan nasib kita…

Maka hiduplah 1 jam:
Tanpa kemarahan,
Tanpa hati yang dengki,
Tanpa pikiran negatif,
Tanpa menjelekkan orang,
Tanpa keserakahan,
Tanpa pemborosan,
Tanpa kesombongan,
Tanpa kebohongan,
Tanpa kepalsuan…

Tapi hiduplah 1 jam itu diisi:
Dengan kasih,
Dengan sukacita,
Dengan damai sejahtera,
Dengan kesabaran,
Dengan kelemahlembutan,
Dengan kemurahan hati,
Dengan kerendahan hati,
Dengan penguasaan diri…

Jalanilah kehidupan yang berkenan kepada Allah SWT… dengan menjalaninya dari waktu ke waktu, dari 1 jam ke jam berikutnya…

Sumber: bilik tetangganya seorang teman, Yfaiz

Kegagalan adalah sebuah pengalaman yang pasti dirasakan oleh siapa pun. Kita harus yakin, dalam setiap kejadian pasti ada pertolongan Allah, termasuk ketika kita sedang mengalami kegagalan. Alasan orang tidak menikmati kegagalan adalah tertundanya waktu mereka untuk mencapai apa yang diinginkan atau yang dicita-citakan. Sebagian orang mengisi kegagalan dengan keterpurukan, kesedihan, atau yang lebih parah menyalahkan dirinya sendiri sebagai pemicu kegagalan. Namun, ada sebagian orang menjadikan kegagalan sebagai ajang introspeksi diri, mencoba lebih baik lagi dan belajar untuk tidak melakukan kegagalan yang sama. Orang yang paling hebat, mereka bisa menjadikan situasi ini sebagai penyemangat dalam melanjutkan perjalanan menuju cita-cita bukan sebagai pemutus asa. Itulah pola orang sukses.

Tidak ada orang sukses yang tidak mengalami kegagalan. Oleh sebab itu, kegagalan merupakan jendela kesuksesan. Di saat semua pintu tertutup, janganlah berdiam diri, menyerah dan terpuruk. Lihatlah masih ada jendela yang bisa mengeluarkan kita dari ruang kegagalan. Jika kita bersikap terbuka, bisa jadi kita malah bersyukur karena mengalami kegagalan.

Ingatlah Allah SWT selalu bersama kita ketika kita mulai melangkah untuk mencapai tujuan dan impian kita. Kita harus menyadari bahwa setiap tindakan tidak akan sempurna. Tidak setiap tindakan akan menghasilkan sesuatu yang kita diinginkan. Tidak setiap tindakan akan bekerja sesuai impian kita. Terkadang membuat kesalahan, hampir benar, dan percobaan harus dilalui untuk menghasilkan sesuatu yang benar dan sesuai dengan keinginan. Pepatah mengatakan, kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Namun, bukan berarti kesuksesan harus dimulai dari kegagalan. Bisa jadi kesuksesan dan impian yang kita raih adalah hasil dari perenungan, pemikiran yang dalam, hingga kita sukses melakukannya.

Berikut adalah tips dalam meraih cita-cita dan impian:

1. Kenali kemampuan dan cita-cita
Ini adalah langkah paling awal dari pencapaian cita-cita. Mengenali kemampuan dapat mempermudah kita dalam mewujudkan cita-cita. Pada tahap ini kita harus berusaha mengenali diri dan potensi kita. Pengenalan potensi ini dapat dilihat dari kebiasaan-kebiasaan dan teman kita.

2. Fokus pada tujuan
Fokus adalah hal penting untuk diterapkan. Contohnya, jika seorang petani mengejar ayam 2 ekor sekaligus, maka tidak satu ekorpun yang ia dapat. Ia hanya akan mendapatkan kelelahan. Fokus dan konsentrasi, langkah perlangkah untuk menuju cita-cita itu.

3. Terus mengasah bakat
Setelah konsentrasi, selanjutnya adalah mengasah apa yang telah dipelajari. Seperti pepatah yang mengatakan, semakin diasah pisau akan semakin tajam. Orang yang tidak pintar, tapi belajar, lebih baik daripada yang pintar tapi tidak belajar. Lebih baik lagi jika pintar dan belajar.

4. Berani mencoba sesuatu yang baru
Jangan takut untuk mencoba. Dalam mencoba pasti ada jatuhnya. Tapi jangan dilihat seberapa banyak jatuhnya, melainkan seberapa banyak kita dapat bangkit.

6. Belajarlah dari orang sukses
Tentu kalau kita bercita-cita menjadi presiden, figur presiden seperti apa yang kita inginkan. Tentukanlah spesifik sesuai dengan cita-cita kita.

7. Berdoalah dan tawakal selalu.
Agar hidup tenang, berdoalah. Meminta doa dari orangtua kita dan orang shalih agar Allah memberi kekuatan dan kemudahan dalam mencapai cita-cita.

Sumber: Dea Sunarwan dengan sedikit editing.