<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Insya Allah... Aku Pasti Bisa! &#187; Motivasi</title>
	<atom:link href="http://akupastibisa.com/category/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akupastibisa.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Harian, Motivasi, Syukur, dan Renungan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Dec 2011 04:11:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Menghargai Orang Lain</title>
		<link>http://akupastibisa.com/menghargai-orang-lain/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/menghargai-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 04:11:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[3 kata sakti]]></category>
		<category><![CDATA[maaf]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasih]]></category>
		<category><![CDATA[tolong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Dari Seorang OB untuk Direktur Menghargai Orang Lain Oleh : Andrie Wongso Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut. Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Dari Seorang OB untuk Direktur</strong><br />
<strong>Menghargai Orang Lain</strong><br />
<em>Oleh : Andrie Wongso</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Di antara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.</p>
<p>Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut:</p>
<p>“Yang  terhormat Pak Direktur.<br />
Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata ”tolong”,<br />
setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya.</p>
<p>Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan ”maaf”,<br />
saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap<br />
kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya mengubahnya<br />
menjadi kebaikan.</p>
<p>Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan “terima kasih”<br />
kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.</p>
<p>Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil<br />
seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya,<br />
dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan.</p>
<p>Dan sampai kapan pun Bapak adalah Pak Direktur buat saya.<br />
Terima kasih sekali lagi.<br />
Semoga Tuhan meridhoi jalan di manapun Pak Direktur berada.<br />
Amin.”</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan.<br />
Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang  Office Boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/menghargai-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berburu dengan Waktu</title>
		<link>http://akupastibisa.com/berburu-dengan-waktu/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/berburu-dengan-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 22:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[berburu waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Pasti di antara kita,  ada yang sudah mulai merasakan bahwa kita sebenarnya berburu waktu. Berburu waktu dengan umur kita sendiri untuk mempersiapkan keluarga dan masa depan anak-anak kita Berburu waktu dengan usia orang tua kita untuk membahagiakan dan mempersembahkan impian dan keinginan beliau Umur adalah rahasia Ilahi Bisa jadi bukan yang lebih tua yang menghadap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akupastibisa.com/wp-content/uploads/2011/11/berburu-waktu.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-436" title="berburu waktu" src="http://akupastibisa.com/wp-content/uploads/2011/11/berburu-waktu.jpg" alt="" width="140" height="140" /></a>Pasti di antara kita,  ada yang sudah mulai merasakan<br />
bahwa kita sebenarnya berburu waktu.<br />
Berburu waktu dengan umur kita sendiri<br />
untuk mempersiapkan keluarga dan masa depan anak-anak kita<br />
Berburu waktu dengan usia orang tua kita<br />
untuk membahagiakan dan mempersembahkan impian dan keinginan beliau</p>
<p>Umur adalah rahasia Ilahi<br />
Bisa jadi bukan yang lebih tua yang menghadap duluan<br />
Tapi kita sendiri<br />
atau malah adik..saudara muda..istri, suami, bahkan anak kita<br />
Kesempatan membahagiakan orang-orang tercinta selagi mereka ada<br />
Selagi kita sempat<br />
Gak bisa kita sia-siakan dan kita tunda-tunda</p>
<p>Pernah mengalami benar-benar berburu dengan waktu?<br />
Meski Allah selalu menyuratkan takdir-Nya yang terbaik untuk kita<br />
Tapi perasaan yang satu ini sungguh gak mudah disingkirkan<br />
&#8220;berada di titik finish perlombaan namun orang tempat kita berlari<br />
mempersembahkan piala kita sudah keburu pergi&#8221;</p>
<p>Membahagiakan orang tua dan anak tak selalu dengan materi<br />
Yes&#8230;.itu benar<br />
Tapi kalau orang tua memendam rindu akan tanah suci<br />
memandang sedih rumah tuanya yang juga renta<br />
atau anak tak kesampaian bersekolah di tempat bagus<br />
mengikuti les musik atau balet yang diinginkannya</p>
<p>Selalu ada &#8220;materi&#8221; kan?<br />
Hihi&#8230;risih ya ngomongin duit&#8230;</p>
<p>But..it&#8217;s real&#8230;<br />
apakah mereka yang harus maklum dengan kondisi kita?<br />
Jawab saya TIDAK..<br />
Ataukah kita gali lubang tutup lubang demi mereka?<br />
Jawabnya pun NO WAY..!<br />
mengatasi masalah dengan memaklumi maupun mengatasi masalah dengan masalah<br />
Harus mulai kita coret dari hati</p>
<p>Kita yang masih mampu, diberi usia dan kesehatan lah<br />
yang musti berusaha menambah materi kita<br />
berkewajiban mencari dunia seolah-olah hidup selamanya<br />
demi bisa mencari akhirat kita karena kita bisa saja mati besok pagi</p>
<p>Jadi&#8230;siapkah kita berburu dengan waktu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/berburu-dengan-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Pensil</title>
		<link>http://akupastibisa.com/belajar-dari-pensil/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/belajar-dari-pensil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 07:56:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[falsafah pensil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[Belajar Dari Pensil 1. Pensil tidak bisa dipakai kalau tidak diraut.     Demikian halnya kita, kita harus senantiasa mempertajam dan mengasah diri. 2. Pensil dipakai untuk menulis, bisa menulis hal-hal baik, bisa juga yang buruk.      Tindakan baik atau buruk itu tergantung pada diri kita sebagai pelakunya. 3. Kalau salah menulis dengan pensil bisa dihapus. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Belajar Dari Pensil</p>
<p style="text-align: justify;">1. Pensil tidak bisa dipakai kalau tidak diraut.<br />
    Demikian halnya kita, kita harus senantiasa mempertajam dan mengasah diri.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Pensil dipakai untuk menulis, bisa menulis hal-hal baik, bisa juga yang buruk.<br />
     Tindakan baik atau buruk itu tergantung pada diri kita sebagai pelakunya.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Kalau salah menulis dengan pensil bisa dihapus.<br />
   Kalau kita membuat kesalahan, kita bisa segera menghapus dan menggantinya dengan yang lebih baik. Belajar dari kesalahan.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Pensil tidak dilihat dari luarnya yang beragam rupa, tapi isinya yang menentukan.<br />
   Demikian pula dengan kita, tidak dilihat dan dinilai dari penampakan luarnya namun dinilai karena hatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Pensil bisa dipakai menulis karena ada yang menggerakkan.<br />
    Demikian halnya dengan kita, kita bergerak dan berbuat kebaikan karena ada Allah yang menggerakkan hati kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/belajar-dari-pensil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sawang Sinawang Ala Seorang Motivator</title>
		<link>http://akupastibisa.com/sawang-sinawang-ala-seorang-motivator/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/sawang-sinawang-ala-seorang-motivator/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 23:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Yang tinggal di gunung merindukan pantai Yang tinggal di pantai merindukan gunung Di musim kemarau merindukan musim hujan Di musim hujan merindukan musim kemarau Yang berambut hitam mengagumi yang pirang Yang berambut pirang mengagumi yang hitam Diam di rumah merindukan bepergian Setelah bepergian merindukan rumah Waktu tenang mencari keramaian Waktu ramai mencari ketenangan Saat masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Yang tinggal di gunung merindukan pantai<br />
Yang tinggal di pantai merindukan gunung</p>
<p>Di musim kemarau merindukan musim hujan<br />
Di musim hujan merindukan musim kemarau</p>
<p>Yang berambut hitam mengagumi yang pirang<br />
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam</p>
<p>Diam di rumah merindukan bepergian<br />
Setelah bepergian merindukan rumah</p>
<p>Waktu tenang mencari keramaian<br />
Waktu ramai mencari ketenangan</p>
<p>Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/istri cantik<br />
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengen yang biasa-biasa saja, bikin cemburu aja/takut selingkuh&#8230;</p>
<p>Punya anak satu mendambakan banyak anak<br />
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja</p>
<p>Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki<br />
Namun setelah dimiliki tak indah lagi</p>
<p style="text-align: justify;">Kapankah kebahagiaan akan didapatkan? kalau kita hanya selalu  memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah  dimiliki ?</p>
<p>&#8220;Semoga kita jadi pribadi yang selalu bersyukur&#8230;<br />
Yang senantiasa bersyukur dngn berkah yang sudah kita miliki&#8221;.</p>
<p>&#8220;Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?<br />
Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit.<br />
Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi!&#8221;</p>
<p>Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana<br />
Bumi ini pun akan tampak buruk</p>
<p>Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil<br />
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/negatif!<br />
Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua&#8230;</p>
<p>Syukuri apa yang ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yang ikhlas..</p>
<p>Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan dimudahkan dalam setiap urusan, &#8230;&#8230;.. aamiin</p>
<p style="text-align: right;"><em>(Wisdom dikirim oleh seorang sahabat, belum tahu sumbernya, please kasih tau saya ya kalau ada yang tau..:) )</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/sawang-sinawang-ala-seorang-motivator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Penyakit Yang Harus Dijauhi</title>
		<link>http://akupastibisa.com/3-penyakit-yang-harus-dijauhi/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/3-penyakit-yang-harus-dijauhi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 12:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin sore denger dari radio, obrolannya Pak Jamil Azzaini. Yang belum tahu, tanya om Google aja ya siapa beliau. Ada 3 penyakit yang harus dijauhi dalam menjalankan bisnis menurut beliau: (hhhmmm&#8230;uraiannya saya buat dengan improvisasi saya ya..) 1. Aku sudah tau Kalau dikit2 kita bilang “aku sudah tau”, wuaa… bahaya banget. Penyakit “aku sudah tau” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kemarin sore denger dari radio, obrolannya Pak Jamil Azzaini. Yang belum tahu, tanya om Google aja ya siapa beliau.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada 3 penyakit yang harus dijauhi dalam menjalankan bisnis menurut beliau:</p>
<p style="text-align: justify;">(hhhmmm&#8230;uraiannya saya buat dengan improvisasi saya ya..)<br />
<strong>1. Aku sudah tau</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau dikit2 kita bilang “aku sudah tau”, wuaa… bahaya banget.<br />
Penyakit “aku sudah tau” tidak akan membuat kita belajar. Padahal dalam hidup kita harus banyak belajar. Belajar dari siapa pun, dari mana saja n kapan saja. Kosongkan dulu isi otak kita sebelum menerima ilmu yang baru, sehingga kita memang menjadi belum tau, bukannya “aku sudah tau”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Aku mah orangnya begini</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Artinya adalah orang yang gak mau berubah demi kebaikan. Pasrah tanpa usaha. Lha gimana bisa sukses ya kalau tidak mau membuka n meng-upgrade diri kita?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Hidup bagai air mengalir</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hidup bagai air mengalir, toh semua akan mengalir menuju ke laut. Weiiitsss… tunggu dulu yach.. Siapa bilang semua menuju ke laut? Ada kan yang menuju ke selokan atau comberan juga? Ada yang terjebak macet dengan onggokan sampah di sungai n jadi sumber penyakit n mengundang banjir?<br />
Jadi..masihkah mau hidup bagai air mengalir?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/3-penyakit-yang-harus-dijauhi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Hidup</title>
		<link>http://akupastibisa.com/menikmati-hidup/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/menikmati-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 15:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[menikmati hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Saya mendapat sebuah cerita dari teman saya, begini ceritanya,&#8221; Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang ia harapkan. Ia dapat nilai jelek di raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota. Saat itu ibunya sedang membuat kue dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya. Dan dengan senang hati anaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya mendapat sebuah cerita dari teman saya, begini ceritanya,&#8221; Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang ia harapkan.</p>
<p>Ia dapat nilai jelek di raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.</p>
<p>Saat itu ibunya sedang membuat kue dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya.<br />
Dan dengan senang hati anaknya berkata,&#8221;Tentu saja mom. I love your cake.&#8221;</p>
<p>Kemudian ibunya menawarkan, coba cicipi mentega ini.<br />
Lalu anak itu berkata.&#8221;Uuh, nggak enak kan mom.&#8221;<br />
Terus ibunya berkata lagi, &#8220;Kamu mau coba telur mentah nggak?&#8221;<br />
Lalu si anak bilang, &#8220;Ah, mama bercanda deh!&#8221;</p>
<p>Terus ibunya bertanya lagi,&#8221;Mau coba tepung terigu sama baking soda nggak?&#8221;<br />
Si anak berkata &#8220;Mom, udah deh ma,jangan bercanda.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu ibunya menjawab,&#8221;Iya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu persatu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, maka benda-benda itu menjadi kue yang enaak sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya padaNya,&#8221;Kenapa ya Dia membiarkan kita melalui masa sulit dan tidak menyenangkan?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu persatu sesuai dengan rancanganNya, maka segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita. Jadi nikmatilah hidup selagi kita masih bisa menikmatinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber: <a title="Dessy" href="http://satulangkah.com" target="_blank">Dessy</a> (Nikmatilah Hidup!!  by Felice Sadira)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/menikmati-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satu Jam Saja</title>
		<link>http://akupastibisa.com/satu-jam-saja/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/satu-jam-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2011 22:44:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[1 jam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=392</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya danbertanya, &#8220;Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?&#8221; Ayahnya memandang anak kecil itu dan berkata,&#8221;Tidak nak..&#8221; Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan bertanya lagi,&#8221;Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?! Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya &#8220;Oh ayah&#8230; Bagaimana kalo 1 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya danbertanya, &#8220;Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?&#8221; Ayahnya memandang anak kecil itu dan berkata,&#8221;Tidak nak..&#8221; Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan bertanya lagi,&#8221;Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?!</p>
<p style="text-align: justify;">Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya</p>
<p>&#8220;Oh ayah&#8230; Bagaimana kalo 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?&#8221;<br />
&#8230;<br />
Ayahnya tertawa, &#8220;Mungkin tak bisa juga nak&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;OK ayah, ini pertanyaan terakhir, apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya ayahnya mengangguk,<br />
&#8220;Kemungkinan besar, bisa nak.. Karena kasih Allah SWT dan kemauan kitalah yang akan memampukan kita untuk hidup benar..!!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Anak ini tersenyum lega..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jika demikian, aku akan menjaga perasaanku dan hidup benar dari jam ke jam ayah..<br />
Lebih mudah menjalaninya&#8230;&#8221; sahut anak dengan gembira</p>
<p style="text-align: justify;">Marilah kita hidup dari waktu ke waktu dgn meperhatikan cara kita menjalani hidup ini&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikan kita terbiasa, &#8230;<br />
Apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat,<br />
Sifat akan berubah jadi karakter,<br />
Karakter akan menentukan nasib kita&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Maka hiduplah 1 jam:<br />
Tanpa kemarahan,<br />
Tanpa hati yang dengki,<br />
Tanpa pikiran negatif,<br />
Tanpa menjelekkan orang,<br />
Tanpa keserakahan,<br />
Tanpa pemborosan,<br />
Tanpa kesombongan,<br />
Tanpa kebohongan,<br />
Tanpa kepalsuan&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi hiduplah 1 jam itu diisi:<br />
Dengan kasih,<br />
Dengan sukacita,<br />
Dengan damai sejahtera,<br />
Dengan kesabaran,<br />
Dengan kelemahlembutan,<br />
Dengan kemurahan hati,<br />
Dengan kerendahan hati,<br />
Dengan penguasaan diri&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Jalanilah kehidupan yang berkenan kepada Allah SWT&#8230; dengan menjalaninya dari waktu ke waktu, dari 1 jam ke jam berikutnya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber: bilik tetangganya seorang teman, <a title="Yusuf" href="http://www.facebook.com/yfais" target="_blank">Yfaiz</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/satu-jam-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangkit Dari Kegagalan &#8211; Raih Cita</title>
		<link>http://akupastibisa.com/bangkit-dari-kegagalan-raih-cita/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/bangkit-dari-kegagalan-raih-cita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 02:31:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[kegagalan]]></category>
		<category><![CDATA[tips meraih cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[tips sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Kegagalan adalah sebuah pengalaman yang pasti dirasakan oleh siapa pun. Kita harus yakin, dalam setiap kejadian pasti ada pertolongan Allah, termasuk ketika kita sedang mengalami kegagalan. Alasan orang tidak menikmati kegagalan adalah tertundanya waktu mereka untuk mencapai apa yang diinginkan atau yang dicita-citakan. Sebagian orang mengisi kegagalan dengan keterpurukan, kesedihan, atau yang lebih parah menyalahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Kegagalan</strong> adalah sebuah pengalaman yang pasti dirasakan oleh siapa pun. Kita harus yakin, dalam setiap kejadian pasti ada pertolongan Allah, termasuk ketika kita sedang mengalami kegagalan. Alasan orang tidak menikmati kegagalan adalah tertundanya waktu mereka untuk mencapai apa yang diinginkan atau yang dicita-citakan. Sebagian orang mengisi kegagalan dengan keterpurukan, kesedihan, atau yang lebih parah menyalahkan dirinya sendiri sebagai pemicu kegagalan. Namun, ada sebagian orang menjadikan kegagalan sebagai ajang introspeksi diri, mencoba lebih baik lagi dan belajar untuk tidak melakukan kegagalan yang sama. Orang yang paling hebat, mereka bisa menjadikan situasi ini sebagai penyemangat dalam melanjutkan perjalanan menuju cita-cita bukan sebagai pemutus asa. Itulah pola orang sukses.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada orang sukses yang tidak mengalami kegagalan. Oleh sebab itu, kegagalan merupakan jendela kesuksesan. Di saat semua pintu tertutup, janganlah berdiam diri, menyerah dan terpuruk. Lihatlah masih ada jendela yang bisa mengeluarkan kita dari ruang kegagalan. Jika kita bersikap terbuka, bisa jadi kita malah bersyukur karena mengalami kegagalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ingatlah Allah SWT selalu bersama kita ketika kita mulai melangkah untuk mencapai tujuan dan impian kita. Kita harus menyadari bahwa setiap tindakan tidak akan sempurna. Tidak setiap tindakan akan menghasilkan sesuatu yang kita diinginkan. Tidak setiap tindakan akan bekerja sesuai impian kita. Terkadang membuat kesalahan, hampir benar, dan percobaan harus dilalui untuk menghasilkan sesuatu yang benar dan sesuai dengan keinginan. Pepatah mengatakan, kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Namun, bukan berarti kesuksesan harus dimulai dari kegagalan. Bisa jadi kesuksesan dan impian yang kita raih adalah hasil dari perenungan, pemikiran yang dalam, hingga kita sukses melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berikut adalah tips dalam meraih cita-cita dan impian</strong>:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Kenali kemampuan dan cita-cita<br />
Ini adalah langkah paling awal dari pencapaian cita-cita. Mengenali kemampuan dapat mempermudah kita dalam mewujudkan cita-cita. Pada tahap ini kita harus berusaha mengenali diri dan potensi kita. Pengenalan potensi ini dapat dilihat dari kebiasaan-kebiasaan dan teman kita.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Fokus pada tujuan<br />
Fokus adalah hal penting untuk diterapkan. Contohnya, jika seorang petani mengejar ayam 2 ekor sekaligus, maka tidak satu ekorpun yang ia dapat. Ia hanya akan mendapatkan kelelahan. Fokus dan konsentrasi, langkah perlangkah untuk menuju cita-cita itu.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Terus mengasah bakat<br />
Setelah konsentrasi, selanjutnya adalah mengasah apa yang telah dipelajari. Seperti pepatah yang mengatakan, semakin diasah pisau akan semakin tajam. Orang yang tidak pintar, tapi belajar, lebih baik daripada yang pintar tapi tidak belajar. Lebih baik lagi jika pintar dan belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Berani mencoba sesuatu yang baru<br />
Jangan takut untuk mencoba. Dalam mencoba pasti ada jatuhnya. Tapi jangan dilihat seberapa banyak jatuhnya, melainkan seberapa banyak kita dapat bangkit.</p>
<p style="text-align: justify;">6. Belajarlah dari orang sukses<br />
Tentu kalau kita bercita-cita menjadi presiden, figur presiden seperti apa yang kita inginkan. Tentukanlah spesifik sesuai dengan cita-cita kita.</p>
<p style="text-align: justify;">7. Berdoalah dan tawakal selalu.<br />
Agar hidup tenang, berdoalah. Meminta doa dari orangtua kita dan orang shalih agar Allah memberi kekuatan dan kemudahan dalam mencapai cita-cita.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber: <a title="Dea Sunarwan" href="http://rumahzakat.org" target="_blank">Dea Sunarwan</a> dengan sedikit editing.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/bangkit-dari-kegagalan-raih-cita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Menunggu&#8230;</title>
		<link>http://akupastibisa.com/jangan-menunggu/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/jangan-menunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2010 08:22:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[jangan menunggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Jangan menunggu bahagia baru tersenyum Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia Jangan menunggu kaya baru bersedekah Tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya Jangan menunggu termotivasi baru bergerak Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli Tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan&#8230; Jangan menunggu orang memahami kamu baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan menunggu bahagia baru tersenyum<br />
Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia</p>
<p>Jangan menunggu kaya baru bersedekah<br />
Tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya</p>
<p>Jangan menunggu termotivasi baru bergerak<br />
Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi</p>
<p>Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli<br />
Tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan&#8230;</p>
<p>Jangan menunggu orang memahami kamu baru kita memahami dia<br />
Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu</p>
<p>Jangan menunggu terinspirasi baru menulis<br />
Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu</p>
<p>Jangan menunggu proyek baru bekerja<br />
Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu</p>
<p>Jangan menunggu dicintai baru mencintai<br />
Tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai</p>
<p>Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang<br />
Tapi hiduplah dengan tenang, Insya Allah bukan sekadar uang yang datang</p>
<p>Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti<br />
Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti</p>
<p>Jangan menunggu sukses baru bersyukur<br />
Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu</p>
<p>Jangan menunggu bisa baru melakukan,<br />
Tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!</p>
<p><em>Sumber: Djoko Soelaks &#8211; Solo </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/jangan-menunggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Semua Orang Senang?</title>
		<link>http://akupastibisa.com/membuat-semua-orang-senang/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/membuat-semua-orang-senang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 06:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[membuat senang orang]]></category>
		<category><![CDATA[menyenangkan semua orang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Kita tidak bisa membuat semua orang senang dalam waktu bersamaan. Apapun pilihan kita, pasti ada yang senang ada yang sebal, ada yang suka, ada yang tidak suka&#8230; ada yang menerima, ada yang menolak. Kita pun harus tetap menjaga &#8216;hati&#8217;. Tidak semua kritikan, cemooh, bisa kita terima. Tapi jika kita memiliki alasan yang tepat dan bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kita tidak bisa membuat semua orang senang dalam waktu bersamaan. Apapun pilihan kita, pasti ada yang senang ada yang sebal, ada yang suka, ada yang tidak suka&#8230; ada yang menerima, ada yang menolak. Kita pun harus tetap menjaga &#8216;hati&#8217;. Tidak semua kritikan, cemooh, bisa kita terima. Tapi jika kita memiliki alasan yang tepat dan bisa dipertanggungjawabkan.. kita bisa menjaga &#8216;hati&#8217; kita dari input-input negatif tersebut..</p>
<p style="text-align: justify;">Tentunya, kita juga lebih fokus pada input-input positif yang kita terima.. tanpa melupakan yang negatif. Input negatif atau kritikan juga bisa membuat diri kita menjadi lebih baik.</p>
<p>Tapi tetap..<br />
1. Kita tidak bisa membuat semua orang senang<br />
2. Kita tidak perlu berusaha membuat semua orang senang<br />
3. Penolakan tidak akan menghancurkan hidup kita</p>
<p>(Sumber) Thanks to <a title="Kunci Sukses" href="http://www.katakatabijakmotivasi.com/kunci-sukses.html" target="_blank">Dini Shanti</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/membuat-semua-orang-senang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

