Archives for Motivasi category
Posted on 2011 under Motivasi, Renungan |
9
Jul
Kemarin sore denger dari radio, obrolannya Pak Jamil Azzaini. Yang belum tahu, tanya om Google aja ya siapa beliau.
Ada 3 penyakit yang harus dijauhi dalam menjalankan bisnis menurut beliau:
(hhhmmm…uraiannya saya buat dengan improvisasi saya ya..)
1. Aku sudah tau
Kalau dikit2 kita bilang “aku sudah tau”, wuaa… bahaya banget.
Penyakit “aku sudah tau” tidak akan membuat kita belajar. Padahal dalam hidup kita harus banyak belajar. Belajar dari siapa pun, dari mana saja n kapan saja. Kosongkan dulu isi otak kita sebelum menerima ilmu yang baru, sehingga kita memang menjadi belum tau, bukannya “aku sudah tau”.
2. Aku mah orangnya begini
Artinya adalah orang yang gak mau berubah demi kebaikan. Pasrah tanpa usaha. Lha gimana bisa sukses ya kalau tidak mau membuka n meng-upgrade diri kita?
3. Hidup bagai air mengalir
Hidup bagai air mengalir, toh semua akan mengalir menuju ke laut. Weiiitsss… tunggu dulu yach.. Siapa bilang semua menuju ke laut? Ada kan yang menuju ke selokan atau comberan juga? Ada yang terjebak macet dengan onggokan sampah di sungai n jadi sumber penyakit n mengundang banjir?
Jadi..masihkah mau hidup bagai air mengalir?
Posted on 2011 under Motivasi |
5
Apr
Saya mendapat sebuah cerita dari teman saya, begini ceritanya,” Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang ia harapkan.
Ia dapat nilai jelek di raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.
Saat itu ibunya sedang membuat kue dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya.
Dan dengan senang hati anaknya berkata,”Tentu saja mom. I love your cake.”
Kemudian ibunya menawarkan, coba cicipi mentega ini.
Lalu anak itu berkata.”Uuh, nggak enak kan mom.”
Terus ibunya berkata lagi, “Kamu mau coba telur mentah nggak?”
Lalu si anak bilang, “Ah, mama bercanda deh!”
Terus ibunya bertanya lagi,”Mau coba tepung terigu sama baking soda nggak?”
Si anak berkata “Mom, udah deh ma,jangan bercanda.”
Lalu ibunya menjawab,”Iya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu persatu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, maka benda-benda itu menjadi kue yang enaak sekali.
Ternyata Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya padaNya,”Kenapa ya Dia membiarkan kita melalui masa sulit dan tidak menyenangkan?”
Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu persatu sesuai dengan rancanganNya, maka segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya.
Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita. Jadi nikmatilah hidup selagi kita masih bisa menikmatinya.
Sumber: Dessy (Nikmatilah Hidup!! by Felice Sadira)
Posted on 2011 under Motivasi |
23
Jan
Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya danbertanya, “Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?” Ayahnya memandang anak kecil itu dan berkata,”Tidak nak..” Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan bertanya lagi,”Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?!
Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya
“Oh ayah… Bagaimana kalo 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?”
…
Ayahnya tertawa, “Mungkin tak bisa juga nak…”
“OK ayah, ini pertanyaan terakhir, apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?”
Akhirnya ayahnya mengangguk,
“Kemungkinan besar, bisa nak.. Karena kasih Allah SWT dan kemauan kitalah yang akan memampukan kita untuk hidup benar..!!”
Anak ini tersenyum lega..
“Jika demikian, aku akan menjaga perasaanku dan hidup benar dari jam ke jam ayah..
Lebih mudah menjalaninya…” sahut anak dengan gembira
Marilah kita hidup dari waktu ke waktu dgn meperhatikan cara kita menjalani hidup ini…
Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikan kita terbiasa, …
Apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat,
Sifat akan berubah jadi karakter,
Karakter akan menentukan nasib kita…
Maka hiduplah 1 jam:
Tanpa kemarahan,
Tanpa hati yang dengki,
Tanpa pikiran negatif,
Tanpa menjelekkan orang,
Tanpa keserakahan,
Tanpa pemborosan,
Tanpa kesombongan,
Tanpa kebohongan,
Tanpa kepalsuan…
Tapi hiduplah 1 jam itu diisi:
Dengan kasih,
Dengan sukacita,
Dengan damai sejahtera,
Dengan kesabaran,
Dengan kelemahlembutan,
Dengan kemurahan hati,
Dengan kerendahan hati,
Dengan penguasaan diri…
Jalanilah kehidupan yang berkenan kepada Allah SWT… dengan menjalaninya dari waktu ke waktu, dari 1 jam ke jam berikutnya…
Sumber: bilik tetangganya seorang teman, Yfaiz
Posted on 2011 under Motivasi |
19
Jan
Kegagalan adalah sebuah pengalaman yang pasti dirasakan oleh siapa pun. Kita harus yakin, dalam setiap kejadian pasti ada pertolongan Allah, termasuk ketika kita sedang mengalami kegagalan. Alasan orang tidak menikmati kegagalan adalah tertundanya waktu mereka untuk mencapai apa yang diinginkan atau yang dicita-citakan. Sebagian orang mengisi kegagalan dengan keterpurukan, kesedihan, atau yang lebih parah menyalahkan dirinya sendiri sebagai pemicu kegagalan. Namun, ada sebagian orang menjadikan kegagalan sebagai ajang introspeksi diri, mencoba lebih baik lagi dan belajar untuk tidak melakukan kegagalan yang sama. Orang yang paling hebat, mereka bisa menjadikan situasi ini sebagai penyemangat dalam melanjutkan perjalanan menuju cita-cita bukan sebagai pemutus asa. Itulah pola orang sukses.
Tidak ada orang sukses yang tidak mengalami kegagalan. Oleh sebab itu, kegagalan merupakan jendela kesuksesan. Di saat semua pintu tertutup, janganlah berdiam diri, menyerah dan terpuruk. Lihatlah masih ada jendela yang bisa mengeluarkan kita dari ruang kegagalan. Jika kita bersikap terbuka, bisa jadi kita malah bersyukur karena mengalami kegagalan.
Ingatlah Allah SWT selalu bersama kita ketika kita mulai melangkah untuk mencapai tujuan dan impian kita. Kita harus menyadari bahwa setiap tindakan tidak akan sempurna. Tidak setiap tindakan akan menghasilkan sesuatu yang kita diinginkan. Tidak setiap tindakan akan bekerja sesuai impian kita. Terkadang membuat kesalahan, hampir benar, dan percobaan harus dilalui untuk menghasilkan sesuatu yang benar dan sesuai dengan keinginan. Pepatah mengatakan, kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Namun, bukan berarti kesuksesan harus dimulai dari kegagalan. Bisa jadi kesuksesan dan impian yang kita raih adalah hasil dari perenungan, pemikiran yang dalam, hingga kita sukses melakukannya.
Berikut adalah tips dalam meraih cita-cita dan impian:
1. Kenali kemampuan dan cita-cita
Ini adalah langkah paling awal dari pencapaian cita-cita. Mengenali kemampuan dapat mempermudah kita dalam mewujudkan cita-cita. Pada tahap ini kita harus berusaha mengenali diri dan potensi kita. Pengenalan potensi ini dapat dilihat dari kebiasaan-kebiasaan dan teman kita.
2. Fokus pada tujuan
Fokus adalah hal penting untuk diterapkan. Contohnya, jika seorang petani mengejar ayam 2 ekor sekaligus, maka tidak satu ekorpun yang ia dapat. Ia hanya akan mendapatkan kelelahan. Fokus dan konsentrasi, langkah perlangkah untuk menuju cita-cita itu.
3. Terus mengasah bakat
Setelah konsentrasi, selanjutnya adalah mengasah apa yang telah dipelajari. Seperti pepatah yang mengatakan, semakin diasah pisau akan semakin tajam. Orang yang tidak pintar, tapi belajar, lebih baik daripada yang pintar tapi tidak belajar. Lebih baik lagi jika pintar dan belajar.
4. Berani mencoba sesuatu yang baru
Jangan takut untuk mencoba. Dalam mencoba pasti ada jatuhnya. Tapi jangan dilihat seberapa banyak jatuhnya, melainkan seberapa banyak kita dapat bangkit.
6. Belajarlah dari orang sukses
Tentu kalau kita bercita-cita menjadi presiden, figur presiden seperti apa yang kita inginkan. Tentukanlah spesifik sesuai dengan cita-cita kita.
7. Berdoalah dan tawakal selalu.
Agar hidup tenang, berdoalah. Meminta doa dari orangtua kita dan orang shalih agar Allah memberi kekuatan dan kemudahan dalam mencapai cita-cita.
Sumber: Dea Sunarwan dengan sedikit editing.
Posted on 2010 under Motivasi, Renungan |
21
Dec
Jangan menunggu bahagia baru tersenyum
Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia
Jangan menunggu kaya baru bersedekah
Tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya
Jangan menunggu termotivasi baru bergerak
Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi
Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli
Tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan…
Jangan menunggu orang memahami kamu baru kita memahami dia
Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu
Jangan menunggu terinspirasi baru menulis
Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu
Jangan menunggu proyek baru bekerja
Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu
Jangan menunggu dicintai baru mencintai
Tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai
Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang
Tapi hiduplah dengan tenang, Insya Allah bukan sekadar uang yang datang
Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti
Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti
Jangan menunggu sukses baru bersyukur
Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu
Jangan menunggu bisa baru melakukan,
Tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!
Sumber: Djoko Soelaks – Solo