<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Insya Allah... Aku Pasti Bisa! &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://akupastibisa.com/category/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akupastibisa.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Harian, Motivasi, Syukur, dan Renungan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Dec 2011 04:11:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Menghargai Orang Lain</title>
		<link>http://akupastibisa.com/menghargai-orang-lain/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/menghargai-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 04:11:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[3 kata sakti]]></category>
		<category><![CDATA[maaf]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasih]]></category>
		<category><![CDATA[tolong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Dari Seorang OB untuk Direktur Menghargai Orang Lain Oleh : Andrie Wongso Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut. Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Dari Seorang OB untuk Direktur</strong><br />
<strong>Menghargai Orang Lain</strong><br />
<em>Oleh : Andrie Wongso</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Di antara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.</p>
<p>Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut:</p>
<p>“Yang  terhormat Pak Direktur.<br />
Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata ”tolong”,<br />
setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya.</p>
<p>Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan ”maaf”,<br />
saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap<br />
kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya mengubahnya<br />
menjadi kebaikan.</p>
<p>Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan “terima kasih”<br />
kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.</p>
<p>Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil<br />
seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya,<br />
dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan.</p>
<p>Dan sampai kapan pun Bapak adalah Pak Direktur buat saya.<br />
Terima kasih sekali lagi.<br />
Semoga Tuhan meridhoi jalan di manapun Pak Direktur berada.<br />
Amin.”</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan.<br />
Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang  Office Boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/menghargai-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berburu dengan Waktu</title>
		<link>http://akupastibisa.com/berburu-dengan-waktu/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/berburu-dengan-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 22:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[berburu waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Pasti di antara kita,  ada yang sudah mulai merasakan bahwa kita sebenarnya berburu waktu. Berburu waktu dengan umur kita sendiri untuk mempersiapkan keluarga dan masa depan anak-anak kita Berburu waktu dengan usia orang tua kita untuk membahagiakan dan mempersembahkan impian dan keinginan beliau Umur adalah rahasia Ilahi Bisa jadi bukan yang lebih tua yang menghadap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akupastibisa.com/wp-content/uploads/2011/11/berburu-waktu.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-436" title="berburu waktu" src="http://akupastibisa.com/wp-content/uploads/2011/11/berburu-waktu.jpg" alt="" width="140" height="140" /></a>Pasti di antara kita,  ada yang sudah mulai merasakan<br />
bahwa kita sebenarnya berburu waktu.<br />
Berburu waktu dengan umur kita sendiri<br />
untuk mempersiapkan keluarga dan masa depan anak-anak kita<br />
Berburu waktu dengan usia orang tua kita<br />
untuk membahagiakan dan mempersembahkan impian dan keinginan beliau</p>
<p>Umur adalah rahasia Ilahi<br />
Bisa jadi bukan yang lebih tua yang menghadap duluan<br />
Tapi kita sendiri<br />
atau malah adik..saudara muda..istri, suami, bahkan anak kita<br />
Kesempatan membahagiakan orang-orang tercinta selagi mereka ada<br />
Selagi kita sempat<br />
Gak bisa kita sia-siakan dan kita tunda-tunda</p>
<p>Pernah mengalami benar-benar berburu dengan waktu?<br />
Meski Allah selalu menyuratkan takdir-Nya yang terbaik untuk kita<br />
Tapi perasaan yang satu ini sungguh gak mudah disingkirkan<br />
&#8220;berada di titik finish perlombaan namun orang tempat kita berlari<br />
mempersembahkan piala kita sudah keburu pergi&#8221;</p>
<p>Membahagiakan orang tua dan anak tak selalu dengan materi<br />
Yes&#8230;.itu benar<br />
Tapi kalau orang tua memendam rindu akan tanah suci<br />
memandang sedih rumah tuanya yang juga renta<br />
atau anak tak kesampaian bersekolah di tempat bagus<br />
mengikuti les musik atau balet yang diinginkannya</p>
<p>Selalu ada &#8220;materi&#8221; kan?<br />
Hihi&#8230;risih ya ngomongin duit&#8230;</p>
<p>But..it&#8217;s real&#8230;<br />
apakah mereka yang harus maklum dengan kondisi kita?<br />
Jawab saya TIDAK..<br />
Ataukah kita gali lubang tutup lubang demi mereka?<br />
Jawabnya pun NO WAY..!<br />
mengatasi masalah dengan memaklumi maupun mengatasi masalah dengan masalah<br />
Harus mulai kita coret dari hati</p>
<p>Kita yang masih mampu, diberi usia dan kesehatan lah<br />
yang musti berusaha menambah materi kita<br />
berkewajiban mencari dunia seolah-olah hidup selamanya<br />
demi bisa mencari akhirat kita karena kita bisa saja mati besok pagi</p>
<p>Jadi&#8230;siapkah kita berburu dengan waktu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/berburu-dengan-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikhlas Memaafkan</title>
		<link>http://akupastibisa.com/ikhlas-memaafkan/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/ikhlas-memaafkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 01:21:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas memaafkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Ikhlas memaafkan kesalahan orang lain adalah suatu perbuatan yang tidak mudah, apalagi jika kesalahan yang dibuatnya adalah suatu kesengajaan untuk menyakiti hati kita. Tapi percayalah keikhlasan kita memaafkan orang yang berbuat salah pada kita akan membuat kita lebih tenang dalam menjalani kehidupan ini. Jika kita selalu ikhlas memaafkan kesalahan orang lain, kita akan selalu menemukan kemudahan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ikhlas memaafkan kesalahan orang lain adalah suatu perbuatan yang tidak mudah, apalagi jika kesalahan yang dibuatnya adalah suatu kesengajaan untuk menyakiti hati kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi percayalah keikhlasan kita memaafkan orang yang berbuat salah pada kita akan membuat kita lebih tenang dalam menjalani kehidupan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita selalu ikhlas memaafkan kesalahan orang lain, kita akan selalu menemukan kemudahan, paling tidak untuk ketenangan batin kita, agar tidak selalu diselimuti oleh dendam.</p>
<p style="text-align: justify;">Sadarilah bahwa amarah, benci dan dendam akan mengaburkan ketajaman penilaian kita tentang seseorang atau suatu hal yang sangat penting bagi kita sendiri  dan orang lain yang kita sayangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita belum bisa memaafkan seseorang, cara yang paling mudah adalah tidak mengingat orang atau kejadian yang membuat kita marah. Begitu perasaan marah, benci dan dendam itu muncul, pikirkanlah hal-hal yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Atau anggaplah orang yang masih kita benci itu tidak pernah ada di dunia ini. Dan yang paling penting adalah kekuatan doa dan kesabaran. Keduanya adalah kunci dari keikhlasan untuk memaafkan setiap kesalahan.</p>
<p><em>(Ditulis oleh seorang sahabat di Semarang, 1sty, email: <a href="mailto:isty.big@gmail.com">isty.big@gmail.com</a>)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/ikhlas-memaafkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sawang Sinawang Ala Seorang Motivator</title>
		<link>http://akupastibisa.com/sawang-sinawang-ala-seorang-motivator/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/sawang-sinawang-ala-seorang-motivator/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 23:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Yang tinggal di gunung merindukan pantai Yang tinggal di pantai merindukan gunung Di musim kemarau merindukan musim hujan Di musim hujan merindukan musim kemarau Yang berambut hitam mengagumi yang pirang Yang berambut pirang mengagumi yang hitam Diam di rumah merindukan bepergian Setelah bepergian merindukan rumah Waktu tenang mencari keramaian Waktu ramai mencari ketenangan Saat masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Yang tinggal di gunung merindukan pantai<br />
Yang tinggal di pantai merindukan gunung</p>
<p>Di musim kemarau merindukan musim hujan<br />
Di musim hujan merindukan musim kemarau</p>
<p>Yang berambut hitam mengagumi yang pirang<br />
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam</p>
<p>Diam di rumah merindukan bepergian<br />
Setelah bepergian merindukan rumah</p>
<p>Waktu tenang mencari keramaian<br />
Waktu ramai mencari ketenangan</p>
<p>Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/istri cantik<br />
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengen yang biasa-biasa saja, bikin cemburu aja/takut selingkuh&#8230;</p>
<p>Punya anak satu mendambakan banyak anak<br />
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja</p>
<p>Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki<br />
Namun setelah dimiliki tak indah lagi</p>
<p style="text-align: justify;">Kapankah kebahagiaan akan didapatkan? kalau kita hanya selalu  memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah  dimiliki ?</p>
<p>&#8220;Semoga kita jadi pribadi yang selalu bersyukur&#8230;<br />
Yang senantiasa bersyukur dngn berkah yang sudah kita miliki&#8221;.</p>
<p>&#8220;Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?<br />
Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit.<br />
Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi!&#8221;</p>
<p>Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana<br />
Bumi ini pun akan tampak buruk</p>
<p>Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil<br />
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/negatif!<br />
Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua&#8230;</p>
<p>Syukuri apa yang ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yang ikhlas..</p>
<p>Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan dimudahkan dalam setiap urusan, &#8230;&#8230;.. aamiin</p>
<p style="text-align: right;"><em>(Wisdom dikirim oleh seorang sahabat, belum tahu sumbernya, please kasih tau saya ya kalau ada yang tau..:) )</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/sawang-sinawang-ala-seorang-motivator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Terhimpit</title>
		<link>http://akupastibisa.com/saat-terhimpit/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/saat-terhimpit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 08:41:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kakak]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Di saat terhimpit, ingatlah kala Allah menguji kita dengan hal yang lebih berat Saat itu kita pun pasti berat merasakannya Namun setelah semua (terpaksa) harus dilalui, maka perlahan belajarlah membuka diri untuk ikhlas Saat menemui ujian yang berat Saat galau dan tertekan Rasakan bahwa kita pernah mengalami yang lebih berat Jadi.. mantapkan hati dan tatap ke depan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di saat terhimpit, ingatlah kala Allah menguji kita dengan hal yang lebih berat<br />
Saat itu kita pun pasti berat merasakannya<br />
Namun setelah semua (terpaksa) harus dilalui,<br />
maka perlahan belajarlah membuka diri untuk ikhlas<br />
Saat menemui ujian yang berat<br />
Saat galau dan tertekan<br />
Rasakan bahwa kita pernah mengalami yang lebih berat<br />
Jadi.. mantapkan hati dan tatap ke depan untuk sebuah “ujian kenaikan kelas”</p>
<p style="text-align: right;"><em>Mengenang Kakak n menata hidup di kota panas</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/saat-terhimpit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Penyakit Yang Harus Dijauhi</title>
		<link>http://akupastibisa.com/3-penyakit-yang-harus-dijauhi/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/3-penyakit-yang-harus-dijauhi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 12:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin sore denger dari radio, obrolannya Pak Jamil Azzaini. Yang belum tahu, tanya om Google aja ya siapa beliau. Ada 3 penyakit yang harus dijauhi dalam menjalankan bisnis menurut beliau: (hhhmmm&#8230;uraiannya saya buat dengan improvisasi saya ya..) 1. Aku sudah tau Kalau dikit2 kita bilang “aku sudah tau”, wuaa… bahaya banget. Penyakit “aku sudah tau” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kemarin sore denger dari radio, obrolannya Pak Jamil Azzaini. Yang belum tahu, tanya om Google aja ya siapa beliau.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada 3 penyakit yang harus dijauhi dalam menjalankan bisnis menurut beliau:</p>
<p style="text-align: justify;">(hhhmmm&#8230;uraiannya saya buat dengan improvisasi saya ya..)<br />
<strong>1. Aku sudah tau</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau dikit2 kita bilang “aku sudah tau”, wuaa… bahaya banget.<br />
Penyakit “aku sudah tau” tidak akan membuat kita belajar. Padahal dalam hidup kita harus banyak belajar. Belajar dari siapa pun, dari mana saja n kapan saja. Kosongkan dulu isi otak kita sebelum menerima ilmu yang baru, sehingga kita memang menjadi belum tau, bukannya “aku sudah tau”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Aku mah orangnya begini</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Artinya adalah orang yang gak mau berubah demi kebaikan. Pasrah tanpa usaha. Lha gimana bisa sukses ya kalau tidak mau membuka n meng-upgrade diri kita?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Hidup bagai air mengalir</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hidup bagai air mengalir, toh semua akan mengalir menuju ke laut. Weiiitsss… tunggu dulu yach.. Siapa bilang semua menuju ke laut? Ada kan yang menuju ke selokan atau comberan juga? Ada yang terjebak macet dengan onggokan sampah di sungai n jadi sumber penyakit n mengundang banjir?<br />
Jadi..masihkah mau hidup bagai air mengalir?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/3-penyakit-yang-harus-dijauhi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Menunggu&#8230;</title>
		<link>http://akupastibisa.com/jangan-menunggu/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/jangan-menunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2010 08:22:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[jangan menunggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Jangan menunggu bahagia baru tersenyum Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia Jangan menunggu kaya baru bersedekah Tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya Jangan menunggu termotivasi baru bergerak Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli Tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan&#8230; Jangan menunggu orang memahami kamu baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan menunggu bahagia baru tersenyum<br />
Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia</p>
<p>Jangan menunggu kaya baru bersedekah<br />
Tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya</p>
<p>Jangan menunggu termotivasi baru bergerak<br />
Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi</p>
<p>Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli<br />
Tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan&#8230;</p>
<p>Jangan menunggu orang memahami kamu baru kita memahami dia<br />
Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu</p>
<p>Jangan menunggu terinspirasi baru menulis<br />
Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu</p>
<p>Jangan menunggu proyek baru bekerja<br />
Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu</p>
<p>Jangan menunggu dicintai baru mencintai<br />
Tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai</p>
<p>Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang<br />
Tapi hiduplah dengan tenang, Insya Allah bukan sekadar uang yang datang</p>
<p>Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti<br />
Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti</p>
<p>Jangan menunggu sukses baru bersyukur<br />
Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu</p>
<p>Jangan menunggu bisa baru melakukan,<br />
Tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!</p>
<p><em>Sumber: Djoko Soelaks &#8211; Solo </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/jangan-menunggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Tentang Papa-Ayah-Bapak-Abah</title>
		<link>http://akupastibisa.com/cerita-tentang-papa-ayah-bapak-abah/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/cerita-tentang-papa-ayah-bapak-abah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 07:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: sudah unknown, tapi sooo popular beredar via email n milis. Bagi yang tau sumbernya kasih tau saya ya for saying thank you. Cerita tentang papa ini membuat saya berkaca, mengingatkan pada sosok Ayah di lain kota, yang begitu tegar n idealis. &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Sumber: sudah unknown, tapi sooo popular beredar via email n milis. </em><br />
Bagi yang tau sumbernya kasih tau saya ya for saying thank you. Cerita tentang papa ini membuat saya berkaca, mengingatkan pada sosok Ayah di lain kota, yang begitu tegar n idealis.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau diluar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orangtuanya akan sering sekali merasa kangen sekali dengan Mama-nya…<br />
Lalu bagaimana dengan Papa ???<br />
Mungkin karena Mama lebih sering menelpon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari…<br />
Tapi tahukah kamu jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk meneleponmu ?</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng…<br />
Tapi tahukah kamu bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian ini ?</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil….<br />
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.<br />
Dan setelah Papa menganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…<br />
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”<br />
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.<br />
Tapi sadarkah kamu ?<br />
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat kamu menangis, merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.<br />
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh kita beli nanti…tapi tidak sekarang.”<br />
Tahukah kamu Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi ?</p>
<p style="text-align: justify;">Saat kamu sakit pilek…Papa terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah dibilang…kamu jangan minum air dingin !!!!”<br />
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasehatimu dengan  lembut.<br />
Ketahuilah saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu…</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kamu sudah beranjak remaja…<br />
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat ijin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh !!!”<br />
Tahukah kamu bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu ?<br />
Karena bagi Papa kamu adalah sesuatu yang sangat-sangat luar biasa berharga.<br />
Setelah itu kamu marah pada Papa dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…<br />
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah….Mama.<br />
Tahukah kamu pada saat itu Papa memejamkan matanya dan menaruh gejolak dalam batinnya…bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu…tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu…</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika seorang cowok mulai sering menelponmu atau bahkan datang kerumah untuk menemuimu…Papa akan memasang wajah paling cool sedunia ^___^<br />
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua diruang tamu..<br />
Sadarkah kamu kalau hati Papa merasa cemburu ?</p>
<p style="text-align: justify;">Saat kamu mulai lebih dipercaya dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa melanggar jam malamnya.<br />
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…<br />
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam, hati Papa mengeras dan Papa memarahimu<br />
Sadarkah kamu bahwa ini karena hal yang sangat ditakuti Papa akan segera datang ?<br />
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang dokter atau insinyur..<br />
Ketahuilah bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…<br />
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kamu menjadi gadis dewasa…<br />
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain..Papa harus melepasmu di bandara.<br />
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu ?<br />
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu dan menyuruhmu untuk berhati-hati.<br />
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.<br />
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit ait mata di sudut matanya dan menepuk pundakmu, berkata : “Jaga dirimu baik-baik ya sayang…”<br />
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi menjadi dewasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Di saat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.<br />
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.<br />
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…<br />
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…Tidak bisa !!!”<br />
Padahal dalam batin Papa, ia sangat ingin mengatakan : “ Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu…”<br />
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum ?</p>
<p style="text-align: justify;">Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.<br />
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu…<br />
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja  berhasil tumbuh dewasa dan telah menjadi seseorang”</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai saat seorang teman lelakimu datang kerumah dan meminta ijin pada Papa untuk mengambilmu darinya…<br />
Papa akan sangat berhati-hati memberikan ijin…<br />
Karena Papa tahu…bahwa lelaki itu yang akan menggantikan posisinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan akhirnya…….</p>
<p style="text-align: justify;">Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seorang lelaki yang dianggapnya pantas menggantikannya, Papa-pun tersenyum bahagia…<br />
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi ke belakang panggung sebentar dan menangis ?<br />
Papa menangis karena Papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….<br />
Dalam lirih Doanya kepada TUHAN, Papa berkata :<br />
“Ya Allah…tugasku telah selesai dengan baik…putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik… Bahagiakanlah ia bersama suaminya”</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…<br />
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih…<br />
Dan badan serta lengan yang tak kuat lagi untuk menjagamu dari bahaya…<br />
Papa telah menyelesaikan tugasnya…</p>
<p style="text-align: justify;">Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…<br />
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat<br />
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…<br />
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu<br />
Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal apapun.</p>
<p style="text-align: justify;">Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang ayah hingga tugasnya selesai<br />
Jika kamu mengalaminya, kamu adalah salah satu orang yang beruntung.<br />
Doakan orangtuamu sekarang :</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ya Allah ya Tuhanku…<br />
Ampunilah dosa kedua orangtuaku<br />
Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sejak kecil<br />
Amin…</p>
<p style="text-align: justify;">Hormatilah kedua orangtuamu<br />
Segeralah berbakti kepada mereka jika mereka masih hidup<br />
Karena tanpa mereka kita tidak ada di dunia ini</p>
<p></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/cerita-tentang-papa-ayah-bapak-abah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Seorang Ibu Untuk Ibunya</title>
		<link>http://akupastibisa.com/dari-seorang-ibu-untuk-ibunya/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/dari-seorang-ibu-untuk-ibunya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 01:22:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[hari ibu]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[Ibu Kau yang mengajari dan mengenalkanku pada dunia kau mengajariku bagaimana tumbuh besar kau mengajariku bagaimana menjadi seorang wanita dan kau juga mengajariku bagaimana menjadi IBU Ibu Tahukah kau? Ketika aku menggendong cucumu–anakku Terbayang 24 tahun yang lalu kau juga menggendongku Ketika anakku membasahi bajuku dengan ompolnya Kutau dulu diriku juga melakukan hal yang persis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ibu<br />
Kau yang mengajari dan mengenalkanku pada dunia<br />
kau mengajariku bagaimana tumbuh besar<br />
kau mengajariku bagaimana menjadi seorang wanita<br />
dan kau juga mengajariku bagaimana menjadi IBU</p>
<p>Ibu<br />
Tahukah kau? Ketika aku menggendong cucumu–anakku<br />
Terbayang 24 tahun yang lalu kau juga menggendongku<br />
Ketika anakku membasahi bajuku dengan ompolnya<br />
Kutau dulu diriku juga melakukan hal yang persis sama dengannya</p>
<p>Ibu<br />
Ketika aku menatap wajah cucumu-anakku<br />
Ada rasa gelisah membayangiku<br />
Dapatkah aku membahagiakannya?<br />
Dapatkah aku memenuhi kebutuhannya?<br />
Apakah dia bisa tumbuh sehat ?</p>
<p>Ibu<br />
Tubuhku lelah, dia terus meminta untuk disusui dan digendong<br />
Tengah malam pun kuharus bangun untuk mengganti popoknya<br />
Terkadang ada rasa marah dan kesal ketika dia menjatuhkan mangkuk buburnya<br />
Bajunya kotor, bubur special buatanku terbuang percuma</p>
<p>Padahal dia masih bayi, aku baru mengurusnya 7 bulan semenjak dia lahir<br />
Bagaimana denganmu yang mengurusku selama 24 tahun?</p>
<p>Terbayang olehku bagaimana rasa sabarmu ketika aku membuatmu sedih<br />
Ketika aku dulu membuatmu lelah dengan segala kenakalan,<br />
Ketika terucap banyak kata- kata yang menyakitkan hatimu<br />
Kini kusadar</p>
<p>Bagaimana rasa khawatirmu<br />
Bagaimana rasa sedihmu<br />
Bagaimana berada diposisimu<br />
Sebagai ibu</p>
<p>Mungkin aku telah menginjak-injak hatimu<br />
Menghancurkan perasaanmu<br />
Merobek-robek kepercayaanmu<br />
Dengan segala khilafku</p>
<p>Ibu<br />
perjuanganku sebagai orangtua baru saja dimulai<br />
Tapi perjuanganmu belum berakhir<br />
Selamat hari Ibu<br />
Walau aku juga seorang ibu<br />
Namun aku merasa belum layak untuk diberi ucapan tersebut</p>
<p>Ibu<br />
Terima kasih atas segala jerih payahmu<br />
Yakinlah bahwa pengorbananmu tak pernah percuma<br />
Jasamu tiada berbayar dan berbalas<br />
Love u always, mom<br />
dari seorang ibu untuk ibunya</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber: (Thanks to) Dila, survive_tough_girl@yahoo.co.id</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/dari-seorang-ibu-untuk-ibunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setiap Hari adalah Istimewa</title>
		<link>http://akupastibisa.com/setiap-hari-adalah-istimewa/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/setiap-hari-adalah-istimewa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 03:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[hari istimewa]]></category>
		<category><![CDATA[menunda waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan underwear. Dia membuka bungkusan berbahan sutra &#8220;Ini, &#8230;&#8230;&#8221;, dia berkata, &#8221; Bukan bungkusan yang asing lagi&#8230;..&#8221; Dia membuka kotak itu dan memandang underwear berbahan sutra serta kotaknya. &#8220;Istriku membeli ini ketika pertama kali kami pergi ke New York, kira-kira 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah mengeluarkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan underwear.  Dia membuka bungkusan berbahan sutra &#8220;Ini, &#8230;&#8230;&#8221;, dia berkata, &#8221; Bukan bungkusan yang asing lagi&#8230;..&#8221; Dia membuka kotak itu dan memandang underwear berbahan sutra serta kotaknya. &#8220;Istriku membeli ini ketika pertama kali kami pergi ke New York, kira-kira 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini apalagi mengenakannya. Karena menurut dia, hanya akan dia gunakan untuk kesempatan yang istimewa.&#8221;<br />
Dia melangkah ke dekat tempat tidur dan meletakkan bungkusan tersebut di dekat pakaian yang dia pakai ketika pergi ke pemakaman. Istrinya baru saja meninggal.<br />
Dia menoleh padaku dan berkata: &#8220;JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN ISTIMEWA, KARENA SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH ISTIMEWA!&#8221;<br />
Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya mengubah hidupku. Sekarang aku lebih banyak membaca dan mengurangi bersih-bersih. Aku duduk di sofa tanpa khawatir tentang apapun. Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama keluargaku dan mengurangi waktu bekerjaku. Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya menjadi sumber pengalaman supaya bisa hidup, tidak semata-mata supaya bisa survive (bertahan hidup) saja. Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu.<br />
Aku menggunakan gelas-gelas kristal kesayanganku setiap hari. Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke supermarket, jika aku menyukainya. Aku tidak akan menyimpan parfum specialku untuk kesempatan istimewa, aku menggunakannya kemana pun aku menginginkannya. Kata-kata &#8220;Suatu hari &#8230;..&#8221; dan &#8220;Suatu saat nanti&#8230;..&#8221; sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat, mendengar dan melakukan sesuatu ternyata bisa menjadi berharga, aku ingin melihat, mendengar atau melakukannya sekarang. Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku itu apabila dia tahu dia tidak akan ada di sana pagi berikutnya. Ini yang tak seorangpun mampu mengatakannya.<br />
Aku berpikir, jika mungkin dia tahu, malam sebelumnya dia pasti sedang mengenakan underwear kesayangannya itu. Atau sehari sebulumnya dia akan menelepon rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya. Barangkali juga dia akan menelpon teman lama untuk berdamai atas perselisihan yang pernah mereka lakukan. Mungkin dia akan pergi makan martabak spesial, makanan favoritnya bersama suaminya. Semua ini adalah hal-hal kecil yang mungkin akan kita sesali jika tak sempat kita lakukan.<br />
Kita akan menyesalinya, karena kita tidak akan lebih lama lagi melihat orang-orang yang kita sayangi. Aku teringat orang-orang yang aku kasihi. Aku akan menyesal dan merasa sedih, jika aku tidak sempat mengatakan betapa aku sangat mencintai mereka. Sekarang, aku akan mencoba untuk tidak menunda atau menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa dan bisa membuatku menikmati hidup.<br />
Dan setiap pagi, aku akan berkata kepada diriku sendiri bahwa hari ini adalah hari yang istimewa bagiku. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik adalah istimewa.</p>
<p style="text-align: right;"><em>Sumber: milis, internet, unknown </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/setiap-hari-adalah-istimewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

