Sebuah Catatan Harian, Motivasi, Syukur, dan Renungan

Archives for Renungan category

Komunikasi Suami Istri

Ada sharing bagus dari Julia, seorang teman di milis ibubekerja. Saya postingkan di sini buat saya n teman-teman perempuan bermawas diri. Semoga kita bisa ambil hikmahnya ya..
Julia sempat berbagi cerita dengan temannya di kantor, sebut saja Pak Iwan yang sudah punya istri dan 2 anak. Pada suatu moment, karena memang selama ini mereka sering bercerita mengenai kehidupan, akhirnya Pak Iwan cerita bahwa dia ingin menikah lagi dengan perempuan lain bernama Icha. Pak Iwan tidak bercanda karena Pak Iwan sudah sering menyindir tentang hal itu, ingin berbagi tapi tidak tahu ke mana. Sebagai seorang perempuan Julia penasaran dong, kenapa sampai sebegitunya? Kenapa sih seorang laki-laki punya niatan seperti itu?…
Akhirnya Pak Iwan cerita kalau seorang suami itu butuh dilayani, butuh diperhatikan dan disayang (dinomorsatukanlah) selain dihargai sebagai seorang suami. Kadang hal-hal tersebut tidak ia dapatkan semuanya dari istri, sehingga tidak sedikit suami yang akhirnya mencari apa yang tidak dia dapat dari istrinya. Pak Iwan cerita juga punya tetangga…tiap harinya pekerjaan rumah tangga dilakukan suaminya tapi suami sepertinya nurut saja dan gak banyak omong…eh ternyata di luaran dia punya istri lagi…nah seperti itulah, bagaimanapun suami akan mencari yang tidak dia dapatkan di rumah.
Julia bilang,”Pak, saya sudah jadi seorang istri dan ternyata tidak mudah menjadi seorang “super woman” dalam arti dengan dua tangannya dalam satu waktu dia bisa menyelesaikan dengan baik semua urusan rumah tangga seperti…mencuci, ngepel, ngurus anak, masak apalagi kalau si istri sudah capek bekerja di luar…gak mudah Pak…ditambah ngurus suami pula. Memang Bapak gak kasihan sama istri dan anak, kalau menikah lagi?…Apakah sudah tidak sayang lagi sama istri?” Pak Iwan menjawab, “Sayang sih masih..tapi gimana ya.. saya suka sama Icha ..”
Julia juga dikasih lihat foto dan pesan-pesan yang ada di HP Pak Iwan, dari perempuan yang katanya tidak mau menghancurkan rumah tangga orang lain di isi SMS dari perempuan itu…tapi Pak Iwan terlanjur suka.
Julia tanya, memang gimana sih maunya seorang suami dari istrinya? Pak Iwan kasih contoh, misalnya saat suami pulang ke rumah siapkan minuman kesukaannya sambil diajak berbincang-bincang, jangan lupa sambut dengan senyum, dandan yang cantik dan harum, memasak yang enak dan utamakan untuk suami, jangan dikasih sisaan. Begitupun dengan masalah hubungan suami istri, biasanya istri tuh kalau “diajak” suka pasrah aja, padahal mungkin suami maunya isteri lebih aktif dan kreatif dalam gaya berhubungan, jangan itu-itu aja alias monoton. Kadang isteri memang sudah kecapean ngurus ini itu, sehingga lupa kewajibannya. Kalau memang kerepotan ngurus rumah tangga, suami yang baik pasti akan sediakan pembantu buatnya, yang penting ngurusin suami jangan ditinggalkan. Kalau saja setiap isteri bisa memberikan apa yang dimau suami, saya jamin gak ada tuh yang namanya perselingkuhan apalagi kawin-cerai, godaan memang akan tetap ada tapi selama istri di rumah bisa melayani dengan baik, yang di indah di luaran itu pasti akan dilupakan.

He..he.. hayoo, siapa yang lagi ingat saat malas mengurus suami, melayaninya, membantahnya, suka cemberut, ingat gak pernah masak buatnya (hiks), ingat ingat dan ingat semuanya… Kita wajib bersyukur n ngaca diri karena sudah dikaruniai seorang suami yang begitu baik, lucu, penyayang, bertanggung jawab, tampan pula he he.

Tapi boleh dong saya nambahin.. Bila dirasa pasangan kurang perhatian sebaiknya komunikasikan saja, toh pada saat awal menikah kita berkomitmen dengannya untuk menjalani hidup bersama? Berusaha menyatukan dua hati n kalau ada hambatan kan dikomunikasikan, bukannya kita lalu cari pengganti or tambahannya, he..he.. Tak mudah memang buat menyatukan n menyamakan dua pribadi. Yang diperlukan adalah komitmen, komunikasi, n saling mengerti. So let’s do the best for our family.

Thanks to Julia

Silaturrahim Yuuk..

Lagi fresh nih.. habis cuti tambahan 2 minggu, dipakai buat nge-charge semangat lagi sekalian silaturrahim ke teman-teman lama. Duh senangnya bisa saling ketemu. Ada yang sejak lulus kuliah lho gak ketemuan…
Soal haha hihi ketemuannya gak cukup deh kalo ditulis kata demi kata. Bayangin aja ketemuan yang dilembur hingga jam 4 pagi, pastilah panjang kilasan memorinya, dari A ke Z ke A lagi, ke Z lagi, he..he.. Cuman karena lagi ngerasaain manfaat silaturrahim, ya jadinya pengin nulis deh di sini. Seorang teman yang sudah jadi bos ada yang selalu mengingatkan kalo silaturrahim itu memanjangkan umur dan menambah rizki.

Dari hasil blogwalking n ngutip kajian Pak Ustadz, di dalam silaturrahim itu ada sepuluh macam manfaat nih:

1. Mendapatkan ridho Allah SWT.
2. Membuat orang yang dikunjungi berbahagia. Sabda Rasulullah SAW, “Amal yang paling utama adalah membuat seseorang berbahagia.”
3. Menyenangkan malaikat, karena malaikat juga sangat senang bersilaturrahmi.
4. Disenangi oleh manusia.
5. Membuat iblis dan setan marah.
6. Memanjangkan usia.
7. Menambah banyak rizki dan berkah.
8. Membuat senang orang yang telah wafat. Sebenarnya mereka itu tahu keadaan kita yang masih hidup, namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka merasa bahagia jika keluarga yang ditinggalkannya tetap menjalin hubungan baik.
9. Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama, meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan, mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan.
10. Menambah pahala setelah kematiannya, karena kebaikan orang yang suka bersilaturrahim akan selalu dikenang sehingga membuat orang lain selalu mendoakannya.

Carilah Restu dan Doa Ibu

Wuaah….lama sekali rasanya nggak posting di blog nee… Ada curhat nih dari seorang teman, Reena tentang batalnya sebuah rencana.

Reena sudah persiapkan kepindahannya ke kota lain dengan matang, 90% siap, yang 10% nya waktu itu memang dia serahkan sepenuhnya pada Yang Di Atas. Tapi sungguh tak dinyana, ternyata faktor yang  10% ini justru mengubah garis keputusan Reena 180 derajat. Setelah Reena ikhlas dan merenung banyak tentang tidak jadinya pindah ini, dia menyadari bahwa niatnya pindah kota tidak direstui dengan ikhlas oleh kedua ibu Reena, ibu kandungnya n ibu mertuanya. Meskipun Reena memang sudah bicara sebelumnya dengan beliau-beliau, dan beralasan tidak tegar hidup di kota sekarang, meskipun semangat di kota yang baru sepertinya lebih tinggi. Namun ternyata restu dan doa ibu memang benar-benar joss di mata Allah. Reena kilas balik lagi saat bicara dengan ibu mertua tentang keinginannya pindah, beliau sudah langsung tidak setuju. Ke ibunya sendiri awalnya Reena tau beliau merestui, karena pada dasarnya yang penting Reena hepi katanya.  Apalagi ayahandanya oke melihat semangat Reena yang mulai bangkit lagi. Namun ternyata oh ternyata lagi… menurut Reena ibunya sempat terlanjur berucap “Duh kok anakku harus ke situ ya?” n waktu ditanya pendapat beliau enaknya Reena hidup di mana? Beliau menjawab kalau seandainya Reena di sini sudah bisa dapat apa yang didapatkan di kota lain itu, lebih baik tinggal tentram saja di sini. Hiks…. itulah.

Reena merasa bener-bener mengalami ridlo Allah memang tergantung pada ridlo ortu, terutama ibunda. Meski dia sempat berandai-andai, andaikan dia cerita selengkapnya ke ibu tentang semua gejolak hatinya, mungkin beliau-beliau berdoa lain untuknya. Tapi astaghfirullaah… Reena akhirnya sadari juga mungkin ini sudah jalan hidupnya, menghadapi kenyataan n yang lebih penting lagi ni.. tidak stress n cepet tua.

Jadi saya coba ambil hikmahnya ya dari kisah Reena ini … kalo punya keinginan n cita-cita besar Insya Allah mintalah doa ibu n keikhlasan hati beliau. Semoga ini juga bisa jadi pelajaran buat saya …

Terhindar Dari Rasa Takut

Berapa banyak nikmat yang Allah berikan, tidak dapat kita jemput, akibat kelemahan dan kemalasan? Itulah sebabnya mengapa kita harus meminta kepada Allah, supaya kita tidak lemah dan tidak malas. Dan kita pun, harus berlindung kepada Allah dari rasa ketakutan, dan juga kekikiran.
Hidup tidak akan ternikmati jika tercekam takut dan hidup pun akan terhina, kalau kita dikenal sebagai orang yang kikir dan takut miskin. Penting juga meminta kepada Allah, supaya terbebas dari lilitan hutang piutang, yang membuat perkataan kita mudah berdusta, yang membuat janji mudah tidak di tepati, yang membuat hidup ini semakin sempit. Apalagi, bila hutang akan menimbulkan kekerasan dari orang lain.

Ada do’a yang dipanjatkan Rasulullah, untuk mengatasi kemurungan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, ketakutan, kekikiran, paksaan, dan hutang piutang. Yaitu :
Allahuma inni a’uudzu bika minal hammi wal hazani, wa a’uudzu bika minal ajzi wa kasali, jubni wa a’uudzu bika minal wa bukhli wa a’uudzu bika min ghalabatiddaini wa qahrirrijal (Do’a Rasulullah).
Artinya,“Ya Allah Aku berlindung kepada-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung pada-Mu dari kemalasan, dan dari ketakutan dan kekikiran aku berlindung pada-Mu dari tekanan hutang dan paksaan orang lain. Wallahu’alam
Sumber: Aa Gym

Hatiku Patah…..

Pernahkah Anda merasakan patah hati? Ada curhat nih dari seorang teman yang saya sendiri bingung musti kasih saran apa.
“Pacar saya sekarang berdomisili di kota yang mengingatkan saya pada kesedihan. Juga sikapnya yang monoton membuat saya sering tidak bersemangat lagi. Saya harus memutuskan apakah saya akan menikah dengannya dan mendampinginya dengan resiko semangat hidup saya biasa-biasa saja. Tiba-tiba di lain kota saya dipertemukan dengan seseorang yang begitu mempesona.. pacar ideal impian saya. Dengannya saya merasa “exciting”, hidup tiba-tiba lebih berwarna. Namun…… badai Katrina datang, keluarga besar saya tidak merestui hubungan baru saya. Mereka mengatasnamakan kesetiaan dan masa depan saya (pacar saya sekarang lebih kaya siih… he..he.., juga sebenarnya dia sangat baik). Juga keberkahan hidup saya. Karena kalau pacar sekarang saya tinggalkan, dia mungkin akan memendam benci seumur hidup pada saya.”
Kalau Anda jadi dia, apa yang Anda lakukan? Tetap menikah dengan pacar sekarang atau menjajagi kehidupan dengan pacar baru. Menikah dengan pacar sekarang dengan suasana hati yang biasa-biasa saja atau menjalin hubungan dengan pacar baru dengan hati riang dan bersemangat namun rizki mungkin tidak berkah.

Ada nasihat yang bisa bikin adem n nyess, dari sahabat saya, Pak Haji Makasar, ‘hati yang patah’ dilas pake kawat ‘syukur’ dan tenaga api ‘kesabaran’ agar dihasilkan hati yang kembali tersambung dengan ‘keyakinan rencana Allah akan lebih indah dari yang  kita bayangkan atau kita rencanakan’.

 
Ngantor Sambil Bisnis!

Bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur namun bersyukurlah yang membuat kita bahagia

Meta