Banyak hal terjadi akhir-akhir ini. Tiba-tiba saja saya jadi terhubungkan dengan teman-teman lama saya. Teman satu angkatan TK89 Undip, SMP 3 Semarang, SMA 1 Semarang. Barusan malah ada berita duka dari tetangga dekat sekaligus teman kerja dulu di Cilacap. Padahal semalam saya terhubung dengan kenangan-kenangan manis semasa Kakak ada. Jadual shalat n belajar yang dulu sudah tertata bersama Kakak (Dea) n Taj, sekarang amburadul n terasa malas bagi saya untuk memulainya dengan Taj. Padahal saya tahu pasti Taj harus mulai dilatih dengan semua itu.
N pagi ini, Yulius, sohib se-gank jaman SMA dulu tiba-tiba telpon setelah lama kami kehilangan kontak. Ternyata dia deket n gak jauh dari kehidupan saya sekarang. Beliaunya kerja di Gresik n sudah jadi orang Surabaya. Lalu… rangkaian kenangan dan kontak dengan teman-teman seangkatan pun hadir n muncul.
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Pasti semua ada yang mengatur. Mungkin saatnya ditunjukkan oleh-Nya ke saya untuk kembali ceria. Memang sejak Kakak gak ada saya juga bertemu banyak teman baru di bisnis saya. Namun dengan ketemu teman-teman lama sepertinya saya bisa berhaha-hihi mengenang masa-masa masih memakai seragam putih abu-abu. Hik..hik.. lucu ya?
Pengin rasanya langsung lari ke Semarang, bongkar-bongkar album foto jadul. Duh.. masih kesimpen gak ya sama ortu, secara beliaunya juga sudah pindah rumah. Semoga banyak berkah dengan menyambung tali silaturahim ini. See u deh temans.. baik online or offline nantinya.
Archives for Uncategorized category
Met hari Kartini buat semua perempuan dan ibu Indonesia. Buat para perempuan yang berjuang demi hidupnya, diri dan keluarganya, perempuan yang sudah jadi ibu maupun belum, para single mom, perempuan pekerja, ibu rumah tangga, perempuan pendidik, puokoke wong wedok Indonesia deh.. gak bisa disebutin atu-atu. I’m very proud of you all. Tetap semangat dan lanjutkan perjuangan dengan semangat Ibu Kartini.
But.. jangan egois dan sombong terhadap lelaki. Inget ya.. kita kan dari tulang rusuknya. He..he.. and bagi perempuan yang sudah menjadi istri, your dearest husband adalah imam di keluarga.
Alhamdulillah.. wups online jualah blog satu ini. Thanks to My dear husband.. Biarlah jadi arena menulisku bila ada sesuatu yang meledak-ledak di dada ini. Habis kadang suka gak bisa terungkap via kata. So.. dengan menulis setidaknya bisa bikin lega n gak “sutris”. Siapa tau juga bisa berguna bagi orang lain yang membaca.




