<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Insya Allah... Aku Pasti Bisa!</title>
	<atom:link href="http://akupastibisa.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akupastibisa.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Harian, Motivasi, Syukur, dan Renungan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Dec 2011 04:11:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Menghargai Orang Lain</title>
		<link>http://akupastibisa.com/menghargai-orang-lain/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/menghargai-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 04:11:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[3 kata sakti]]></category>
		<category><![CDATA[maaf]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasih]]></category>
		<category><![CDATA[tolong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Dari Seorang OB untuk Direktur Menghargai Orang Lain Oleh : Andrie Wongso Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut. Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Dari Seorang OB untuk Direktur</strong><br />
<strong>Menghargai Orang Lain</strong><br />
<em>Oleh : Andrie Wongso</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Di antara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.</p>
<p>Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut:</p>
<p>“Yang  terhormat Pak Direktur.<br />
Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata ”tolong”,<br />
setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya.</p>
<p>Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan ”maaf”,<br />
saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap<br />
kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya mengubahnya<br />
menjadi kebaikan.</p>
<p>Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan “terima kasih”<br />
kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.</p>
<p>Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil<br />
seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya,<br />
dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan.</p>
<p>Dan sampai kapan pun Bapak adalah Pak Direktur buat saya.<br />
Terima kasih sekali lagi.<br />
Semoga Tuhan meridhoi jalan di manapun Pak Direktur berada.<br />
Amin.”</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan.<br />
Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang  Office Boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/menghargai-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berburu dengan Waktu</title>
		<link>http://akupastibisa.com/berburu-dengan-waktu/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/berburu-dengan-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 22:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[berburu waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Pasti di antara kita,  ada yang sudah mulai merasakan bahwa kita sebenarnya berburu waktu. Berburu waktu dengan umur kita sendiri untuk mempersiapkan keluarga dan masa depan anak-anak kita Berburu waktu dengan usia orang tua kita untuk membahagiakan dan mempersembahkan impian dan keinginan beliau Umur adalah rahasia Ilahi Bisa jadi bukan yang lebih tua yang menghadap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akupastibisa.com/wp-content/uploads/2011/11/berburu-waktu.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-436" title="berburu waktu" src="http://akupastibisa.com/wp-content/uploads/2011/11/berburu-waktu.jpg" alt="" width="140" height="140" /></a>Pasti di antara kita,  ada yang sudah mulai merasakan<br />
bahwa kita sebenarnya berburu waktu.<br />
Berburu waktu dengan umur kita sendiri<br />
untuk mempersiapkan keluarga dan masa depan anak-anak kita<br />
Berburu waktu dengan usia orang tua kita<br />
untuk membahagiakan dan mempersembahkan impian dan keinginan beliau</p>
<p>Umur adalah rahasia Ilahi<br />
Bisa jadi bukan yang lebih tua yang menghadap duluan<br />
Tapi kita sendiri<br />
atau malah adik..saudara muda..istri, suami, bahkan anak kita<br />
Kesempatan membahagiakan orang-orang tercinta selagi mereka ada<br />
Selagi kita sempat<br />
Gak bisa kita sia-siakan dan kita tunda-tunda</p>
<p>Pernah mengalami benar-benar berburu dengan waktu?<br />
Meski Allah selalu menyuratkan takdir-Nya yang terbaik untuk kita<br />
Tapi perasaan yang satu ini sungguh gak mudah disingkirkan<br />
&#8220;berada di titik finish perlombaan namun orang tempat kita berlari<br />
mempersembahkan piala kita sudah keburu pergi&#8221;</p>
<p>Membahagiakan orang tua dan anak tak selalu dengan materi<br />
Yes&#8230;.itu benar<br />
Tapi kalau orang tua memendam rindu akan tanah suci<br />
memandang sedih rumah tuanya yang juga renta<br />
atau anak tak kesampaian bersekolah di tempat bagus<br />
mengikuti les musik atau balet yang diinginkannya</p>
<p>Selalu ada &#8220;materi&#8221; kan?<br />
Hihi&#8230;risih ya ngomongin duit&#8230;</p>
<p>But..it&#8217;s real&#8230;<br />
apakah mereka yang harus maklum dengan kondisi kita?<br />
Jawab saya TIDAK..<br />
Ataukah kita gali lubang tutup lubang demi mereka?<br />
Jawabnya pun NO WAY..!<br />
mengatasi masalah dengan memaklumi maupun mengatasi masalah dengan masalah<br />
Harus mulai kita coret dari hati</p>
<p>Kita yang masih mampu, diberi usia dan kesehatan lah<br />
yang musti berusaha menambah materi kita<br />
berkewajiban mencari dunia seolah-olah hidup selamanya<br />
demi bisa mencari akhirat kita karena kita bisa saja mati besok pagi</p>
<p>Jadi&#8230;siapkah kita berburu dengan waktu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/berburu-dengan-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Pensil</title>
		<link>http://akupastibisa.com/belajar-dari-pensil/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/belajar-dari-pensil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 07:56:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[falsafah pensil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[Belajar Dari Pensil 1. Pensil tidak bisa dipakai kalau tidak diraut.     Demikian halnya kita, kita harus senantiasa mempertajam dan mengasah diri. 2. Pensil dipakai untuk menulis, bisa menulis hal-hal baik, bisa juga yang buruk.      Tindakan baik atau buruk itu tergantung pada diri kita sebagai pelakunya. 3. Kalau salah menulis dengan pensil bisa dihapus. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Belajar Dari Pensil</p>
<p style="text-align: justify;">1. Pensil tidak bisa dipakai kalau tidak diraut.<br />
    Demikian halnya kita, kita harus senantiasa mempertajam dan mengasah diri.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Pensil dipakai untuk menulis, bisa menulis hal-hal baik, bisa juga yang buruk.<br />
     Tindakan baik atau buruk itu tergantung pada diri kita sebagai pelakunya.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Kalau salah menulis dengan pensil bisa dihapus.<br />
   Kalau kita membuat kesalahan, kita bisa segera menghapus dan menggantinya dengan yang lebih baik. Belajar dari kesalahan.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Pensil tidak dilihat dari luarnya yang beragam rupa, tapi isinya yang menentukan.<br />
   Demikian pula dengan kita, tidak dilihat dan dinilai dari penampakan luarnya namun dinilai karena hatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Pensil bisa dipakai menulis karena ada yang menggerakkan.<br />
    Demikian halnya dengan kita, kita bergerak dan berbuat kebaikan karena ada Allah yang menggerakkan hati kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/belajar-dari-pensil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikhlas Memaafkan</title>
		<link>http://akupastibisa.com/ikhlas-memaafkan/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/ikhlas-memaafkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 01:21:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas memaafkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Ikhlas memaafkan kesalahan orang lain adalah suatu perbuatan yang tidak mudah, apalagi jika kesalahan yang dibuatnya adalah suatu kesengajaan untuk menyakiti hati kita. Tapi percayalah keikhlasan kita memaafkan orang yang berbuat salah pada kita akan membuat kita lebih tenang dalam menjalani kehidupan ini. Jika kita selalu ikhlas memaafkan kesalahan orang lain, kita akan selalu menemukan kemudahan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ikhlas memaafkan kesalahan orang lain adalah suatu perbuatan yang tidak mudah, apalagi jika kesalahan yang dibuatnya adalah suatu kesengajaan untuk menyakiti hati kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi percayalah keikhlasan kita memaafkan orang yang berbuat salah pada kita akan membuat kita lebih tenang dalam menjalani kehidupan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita selalu ikhlas memaafkan kesalahan orang lain, kita akan selalu menemukan kemudahan, paling tidak untuk ketenangan batin kita, agar tidak selalu diselimuti oleh dendam.</p>
<p style="text-align: justify;">Sadarilah bahwa amarah, benci dan dendam akan mengaburkan ketajaman penilaian kita tentang seseorang atau suatu hal yang sangat penting bagi kita sendiri  dan orang lain yang kita sayangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita belum bisa memaafkan seseorang, cara yang paling mudah adalah tidak mengingat orang atau kejadian yang membuat kita marah. Begitu perasaan marah, benci dan dendam itu muncul, pikirkanlah hal-hal yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Atau anggaplah orang yang masih kita benci itu tidak pernah ada di dunia ini. Dan yang paling penting adalah kekuatan doa dan kesabaran. Keduanya adalah kunci dari keikhlasan untuk memaafkan setiap kesalahan.</p>
<p><em>(Ditulis oleh seorang sahabat di Semarang, 1sty, email: <a href="mailto:isty.big@gmail.com">isty.big@gmail.com</a>)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/ikhlas-memaafkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sawang Sinawang Ala Seorang Motivator</title>
		<link>http://akupastibisa.com/sawang-sinawang-ala-seorang-motivator/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/sawang-sinawang-ala-seorang-motivator/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 23:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Yang tinggal di gunung merindukan pantai Yang tinggal di pantai merindukan gunung Di musim kemarau merindukan musim hujan Di musim hujan merindukan musim kemarau Yang berambut hitam mengagumi yang pirang Yang berambut pirang mengagumi yang hitam Diam di rumah merindukan bepergian Setelah bepergian merindukan rumah Waktu tenang mencari keramaian Waktu ramai mencari ketenangan Saat masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Yang tinggal di gunung merindukan pantai<br />
Yang tinggal di pantai merindukan gunung</p>
<p>Di musim kemarau merindukan musim hujan<br />
Di musim hujan merindukan musim kemarau</p>
<p>Yang berambut hitam mengagumi yang pirang<br />
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam</p>
<p>Diam di rumah merindukan bepergian<br />
Setelah bepergian merindukan rumah</p>
<p>Waktu tenang mencari keramaian<br />
Waktu ramai mencari ketenangan</p>
<p>Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/istri cantik<br />
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengen yang biasa-biasa saja, bikin cemburu aja/takut selingkuh&#8230;</p>
<p>Punya anak satu mendambakan banyak anak<br />
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja</p>
<p>Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki<br />
Namun setelah dimiliki tak indah lagi</p>
<p style="text-align: justify;">Kapankah kebahagiaan akan didapatkan? kalau kita hanya selalu  memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah  dimiliki ?</p>
<p>&#8220;Semoga kita jadi pribadi yang selalu bersyukur&#8230;<br />
Yang senantiasa bersyukur dngn berkah yang sudah kita miliki&#8221;.</p>
<p>&#8220;Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?<br />
Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit.<br />
Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi!&#8221;</p>
<p>Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana<br />
Bumi ini pun akan tampak buruk</p>
<p>Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil<br />
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/negatif!<br />
Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua&#8230;</p>
<p>Syukuri apa yang ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yang ikhlas..</p>
<p>Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan dimudahkan dalam setiap urusan, &#8230;&#8230;.. aamiin</p>
<p style="text-align: right;"><em>(Wisdom dikirim oleh seorang sahabat, belum tahu sumbernya, please kasih tau saya ya kalau ada yang tau..:) )</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/sawang-sinawang-ala-seorang-motivator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Terhimpit</title>
		<link>http://akupastibisa.com/saat-terhimpit/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/saat-terhimpit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 08:41:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kakak]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Di saat terhimpit, ingatlah kala Allah menguji kita dengan hal yang lebih berat Saat itu kita pun pasti berat merasakannya Namun setelah semua (terpaksa) harus dilalui, maka perlahan belajarlah membuka diri untuk ikhlas Saat menemui ujian yang berat Saat galau dan tertekan Rasakan bahwa kita pernah mengalami yang lebih berat Jadi.. mantapkan hati dan tatap ke depan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di saat terhimpit, ingatlah kala Allah menguji kita dengan hal yang lebih berat<br />
Saat itu kita pun pasti berat merasakannya<br />
Namun setelah semua (terpaksa) harus dilalui,<br />
maka perlahan belajarlah membuka diri untuk ikhlas<br />
Saat menemui ujian yang berat<br />
Saat galau dan tertekan<br />
Rasakan bahwa kita pernah mengalami yang lebih berat<br />
Jadi.. mantapkan hati dan tatap ke depan untuk sebuah “ujian kenaikan kelas”</p>
<p style="text-align: right;"><em>Mengenang Kakak n menata hidup di kota panas</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/saat-terhimpit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Penyakit Yang Harus Dijauhi</title>
		<link>http://akupastibisa.com/3-penyakit-yang-harus-dijauhi/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/3-penyakit-yang-harus-dijauhi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 12:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin sore denger dari radio, obrolannya Pak Jamil Azzaini. Yang belum tahu, tanya om Google aja ya siapa beliau. Ada 3 penyakit yang harus dijauhi dalam menjalankan bisnis menurut beliau: (hhhmmm&#8230;uraiannya saya buat dengan improvisasi saya ya..) 1. Aku sudah tau Kalau dikit2 kita bilang “aku sudah tau”, wuaa… bahaya banget. Penyakit “aku sudah tau” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kemarin sore denger dari radio, obrolannya Pak Jamil Azzaini. Yang belum tahu, tanya om Google aja ya siapa beliau.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada 3 penyakit yang harus dijauhi dalam menjalankan bisnis menurut beliau:</p>
<p style="text-align: justify;">(hhhmmm&#8230;uraiannya saya buat dengan improvisasi saya ya..)<br />
<strong>1. Aku sudah tau</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau dikit2 kita bilang “aku sudah tau”, wuaa… bahaya banget.<br />
Penyakit “aku sudah tau” tidak akan membuat kita belajar. Padahal dalam hidup kita harus banyak belajar. Belajar dari siapa pun, dari mana saja n kapan saja. Kosongkan dulu isi otak kita sebelum menerima ilmu yang baru, sehingga kita memang menjadi belum tau, bukannya “aku sudah tau”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Aku mah orangnya begini</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Artinya adalah orang yang gak mau berubah demi kebaikan. Pasrah tanpa usaha. Lha gimana bisa sukses ya kalau tidak mau membuka n meng-upgrade diri kita?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Hidup bagai air mengalir</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hidup bagai air mengalir, toh semua akan mengalir menuju ke laut. Weiiitsss… tunggu dulu yach.. Siapa bilang semua menuju ke laut? Ada kan yang menuju ke selokan atau comberan juga? Ada yang terjebak macet dengan onggokan sampah di sungai n jadi sumber penyakit n mengundang banjir?<br />
Jadi..masihkah mau hidup bagai air mengalir?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/3-penyakit-yang-harus-dijauhi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Hidup</title>
		<link>http://akupastibisa.com/menikmati-hidup/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/menikmati-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 15:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[menikmati hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Saya mendapat sebuah cerita dari teman saya, begini ceritanya,&#8221; Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang ia harapkan. Ia dapat nilai jelek di raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota. Saat itu ibunya sedang membuat kue dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya. Dan dengan senang hati anaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya mendapat sebuah cerita dari teman saya, begini ceritanya,&#8221; Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang ia harapkan.</p>
<p>Ia dapat nilai jelek di raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.</p>
<p>Saat itu ibunya sedang membuat kue dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya.<br />
Dan dengan senang hati anaknya berkata,&#8221;Tentu saja mom. I love your cake.&#8221;</p>
<p>Kemudian ibunya menawarkan, coba cicipi mentega ini.<br />
Lalu anak itu berkata.&#8221;Uuh, nggak enak kan mom.&#8221;<br />
Terus ibunya berkata lagi, &#8220;Kamu mau coba telur mentah nggak?&#8221;<br />
Lalu si anak bilang, &#8220;Ah, mama bercanda deh!&#8221;</p>
<p>Terus ibunya bertanya lagi,&#8221;Mau coba tepung terigu sama baking soda nggak?&#8221;<br />
Si anak berkata &#8220;Mom, udah deh ma,jangan bercanda.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu ibunya menjawab,&#8221;Iya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu persatu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, maka benda-benda itu menjadi kue yang enaak sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya padaNya,&#8221;Kenapa ya Dia membiarkan kita melalui masa sulit dan tidak menyenangkan?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu persatu sesuai dengan rancanganNya, maka segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita. Jadi nikmatilah hidup selagi kita masih bisa menikmatinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber: <a title="Dessy" href="http://satulangkah.com" target="_blank">Dessy</a> (Nikmatilah Hidup!!  by Felice Sadira)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/menikmati-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Tahun Tanpamu</title>
		<link>http://akupastibisa.com/tiga-tahun-tanpamu/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/tiga-tahun-tanpamu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 14:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kakak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Tiga tahun tanpamu Masih selalu berusaha menepiskan detik-detik itu Sengaja bersibuk-sibuk diri n tak menengok kalender Tapi kenapa memori seperti diputar ulang secara otomatis Tiga tahun tanpamu Semangat perlahan bangkit Untuk membuat lebih berarti bagi keluarga n orang lain Mungkin itu yang bisa membangkitkan keihklasan Ya Allah&#8230; Tambahlah ikhlas di hati Agar tak harus menghapus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiga tahun tanpamu<br />
Masih selalu berusaha menepiskan detik-detik itu<br />
Sengaja bersibuk-sibuk diri n tak menengok kalender<br />
Tapi kenapa memori seperti diputar ulang secara otomatis</p>
<p>Tiga tahun tanpamu<br />
Semangat perlahan bangkit<br />
Untuk membuat lebih berarti bagi keluarga n orang lain<br />
Mungkin itu yang bisa membangkitkan keihklasan</p>
<p>Ya Allah&#8230;<br />
Tambahlah ikhlas di hati<br />
Agar tak harus menghapus memori<br />
Namun mengenangnya penuh keindahan<br />
Amin&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/tiga-tahun-tanpamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satu Jam Saja</title>
		<link>http://akupastibisa.com/satu-jam-saja/</link>
		<comments>http://akupastibisa.com/satu-jam-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2011 22:44:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[1 jam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupastibisa.com/?p=392</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya danbertanya, &#8220;Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?&#8221; Ayahnya memandang anak kecil itu dan berkata,&#8221;Tidak nak..&#8221; Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan bertanya lagi,&#8221;Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?! Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya &#8220;Oh ayah&#8230; Bagaimana kalo 1 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya danbertanya, &#8220;Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?&#8221; Ayahnya memandang anak kecil itu dan berkata,&#8221;Tidak nak..&#8221; Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan bertanya lagi,&#8221;Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?!</p>
<p style="text-align: justify;">Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya</p>
<p>&#8220;Oh ayah&#8230; Bagaimana kalo 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?&#8221;<br />
&#8230;<br />
Ayahnya tertawa, &#8220;Mungkin tak bisa juga nak&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;OK ayah, ini pertanyaan terakhir, apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya ayahnya mengangguk,<br />
&#8220;Kemungkinan besar, bisa nak.. Karena kasih Allah SWT dan kemauan kitalah yang akan memampukan kita untuk hidup benar..!!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Anak ini tersenyum lega..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jika demikian, aku akan menjaga perasaanku dan hidup benar dari jam ke jam ayah..<br />
Lebih mudah menjalaninya&#8230;&#8221; sahut anak dengan gembira</p>
<p style="text-align: justify;">Marilah kita hidup dari waktu ke waktu dgn meperhatikan cara kita menjalani hidup ini&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikan kita terbiasa, &#8230;<br />
Apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat,<br />
Sifat akan berubah jadi karakter,<br />
Karakter akan menentukan nasib kita&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Maka hiduplah 1 jam:<br />
Tanpa kemarahan,<br />
Tanpa hati yang dengki,<br />
Tanpa pikiran negatif,<br />
Tanpa menjelekkan orang,<br />
Tanpa keserakahan,<br />
Tanpa pemborosan,<br />
Tanpa kesombongan,<br />
Tanpa kebohongan,<br />
Tanpa kepalsuan&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi hiduplah 1 jam itu diisi:<br />
Dengan kasih,<br />
Dengan sukacita,<br />
Dengan damai sejahtera,<br />
Dengan kesabaran,<br />
Dengan kelemahlembutan,<br />
Dengan kemurahan hati,<br />
Dengan kerendahan hati,<br />
Dengan penguasaan diri&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Jalanilah kehidupan yang berkenan kepada Allah SWT&#8230; dengan menjalaninya dari waktu ke waktu, dari 1 jam ke jam berikutnya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber: bilik tetangganya seorang teman, <a title="Yusuf" href="http://www.facebook.com/yfais" target="_blank">Yfaiz</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupastibisa.com/satu-jam-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

