Posted on 2011 under Kakak, Renungan |
15
Sep
Di saat terhimpit, ingatlah kala Allah menguji kita dengan hal yang lebih berat
Saat itu kita pun pasti berat merasakannya
Namun setelah semua (terpaksa) harus dilalui,
maka perlahan belajarlah membuka diri untuk ikhlas
Saat menemui ujian yang berat
Saat galau dan tertekan
Rasakan bahwa kita pernah mengalami yang lebih berat
Jadi.. mantapkan hati dan tatap ke depan untuk sebuah “ujian kenaikan kelas”
Mengenang Kakak n menata hidup di kota panas
Posted on 2011 under Motivasi, Renungan |
9
Jul
Kemarin sore denger dari radio, obrolannya Pak Jamil Azzaini. Yang belum tahu, tanya om Google aja ya siapa beliau.
Ada 3 penyakit yang harus dijauhi dalam menjalankan bisnis menurut beliau:
(hhhmmm…uraiannya saya buat dengan improvisasi saya ya..)
1. Aku sudah tau
Kalau dikit2 kita bilang “aku sudah tau”, wuaa… bahaya banget.
Penyakit “aku sudah tau” tidak akan membuat kita belajar. Padahal dalam hidup kita harus banyak belajar. Belajar dari siapa pun, dari mana saja n kapan saja. Kosongkan dulu isi otak kita sebelum menerima ilmu yang baru, sehingga kita memang menjadi belum tau, bukannya “aku sudah tau”.
2. Aku mah orangnya begini
Artinya adalah orang yang gak mau berubah demi kebaikan. Pasrah tanpa usaha. Lha gimana bisa sukses ya kalau tidak mau membuka n meng-upgrade diri kita?
3. Hidup bagai air mengalir
Hidup bagai air mengalir, toh semua akan mengalir menuju ke laut. Weiiitsss… tunggu dulu yach.. Siapa bilang semua menuju ke laut? Ada kan yang menuju ke selokan atau comberan juga? Ada yang terjebak macet dengan onggokan sampah di sungai n jadi sumber penyakit n mengundang banjir?
Jadi..masihkah mau hidup bagai air mengalir?
Posted on 2011 under Motivasi |
5
Apr
Saya mendapat sebuah cerita dari teman saya, begini ceritanya,” Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang ia harapkan.
Ia dapat nilai jelek di raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.
Saat itu ibunya sedang membuat kue dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya.
Dan dengan senang hati anaknya berkata,”Tentu saja mom. I love your cake.”
Kemudian ibunya menawarkan, coba cicipi mentega ini.
Lalu anak itu berkata.”Uuh, nggak enak kan mom.”
Terus ibunya berkata lagi, “Kamu mau coba telur mentah nggak?”
Lalu si anak bilang, “Ah, mama bercanda deh!”
Terus ibunya bertanya lagi,”Mau coba tepung terigu sama baking soda nggak?”
Si anak berkata “Mom, udah deh ma,jangan bercanda.”
Lalu ibunya menjawab,”Iya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu persatu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, maka benda-benda itu menjadi kue yang enaak sekali.
Ternyata Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya padaNya,”Kenapa ya Dia membiarkan kita melalui masa sulit dan tidak menyenangkan?”
Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu persatu sesuai dengan rancanganNya, maka segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya.
Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita. Jadi nikmatilah hidup selagi kita masih bisa menikmatinya.
Sumber: Dessy (Nikmatilah Hidup!! by Felice Sadira)
Posted on 2011 under Kakak |
3
Apr
Tiga tahun tanpamu
Masih selalu berusaha menepiskan detik-detik itu
Sengaja bersibuk-sibuk diri n tak menengok kalender
Tapi kenapa memori seperti diputar ulang secara otomatis
Tiga tahun tanpamu
Semangat perlahan bangkit
Untuk membuat lebih berarti bagi keluarga n orang lain
Mungkin itu yang bisa membangkitkan keihklasan
Ya Allah…
Tambahlah ikhlas di hati
Agar tak harus menghapus memori
Namun mengenangnya penuh keindahan
Amin…..
Posted on 2011 under Motivasi |
23
Jan
Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya danbertanya, “Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?” Ayahnya memandang anak kecil itu dan berkata,”Tidak nak..” Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan bertanya lagi,”Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?!
Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya
“Oh ayah… Bagaimana kalo 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?”
…
Ayahnya tertawa, “Mungkin tak bisa juga nak…”
“OK ayah, ini pertanyaan terakhir, apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?”
Akhirnya ayahnya mengangguk,
“Kemungkinan besar, bisa nak.. Karena kasih Allah SWT dan kemauan kitalah yang akan memampukan kita untuk hidup benar..!!”
Anak ini tersenyum lega..
“Jika demikian, aku akan menjaga perasaanku dan hidup benar dari jam ke jam ayah..
Lebih mudah menjalaninya…” sahut anak dengan gembira
Marilah kita hidup dari waktu ke waktu dgn meperhatikan cara kita menjalani hidup ini…
Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikan kita terbiasa, …
Apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat,
Sifat akan berubah jadi karakter,
Karakter akan menentukan nasib kita…
Maka hiduplah 1 jam:
Tanpa kemarahan,
Tanpa hati yang dengki,
Tanpa pikiran negatif,
Tanpa menjelekkan orang,
Tanpa keserakahan,
Tanpa pemborosan,
Tanpa kesombongan,
Tanpa kebohongan,
Tanpa kepalsuan…
Tapi hiduplah 1 jam itu diisi:
Dengan kasih,
Dengan sukacita,
Dengan damai sejahtera,
Dengan kesabaran,
Dengan kelemahlembutan,
Dengan kemurahan hati,
Dengan kerendahan hati,
Dengan penguasaan diri…
Jalanilah kehidupan yang berkenan kepada Allah SWT… dengan menjalaninya dari waktu ke waktu, dari 1 jam ke jam berikutnya…
Sumber: bilik tetangganya seorang teman, Yfaiz