Sebuah Catatan Harian, Motivasi, Syukur, dan Renungan

Kegagalan adalah sebuah pengalaman yang pasti dirasakan oleh siapa pun. Kita harus yakin, dalam setiap kejadian pasti ada pertolongan Allah, termasuk ketika kita sedang mengalami kegagalan. Alasan orang tidak menikmati kegagalan adalah tertundanya waktu mereka untuk mencapai apa yang diinginkan atau yang dicita-citakan. Sebagian orang mengisi kegagalan dengan keterpurukan, kesedihan, atau yang lebih parah menyalahkan dirinya sendiri sebagai pemicu kegagalan. Namun, ada sebagian orang menjadikan kegagalan sebagai ajang introspeksi diri, mencoba lebih baik lagi dan belajar untuk tidak melakukan kegagalan yang sama. Orang yang paling hebat, mereka bisa menjadikan situasi ini sebagai penyemangat dalam melanjutkan perjalanan menuju cita-cita bukan sebagai pemutus asa. Itulah pola orang sukses.

Tidak ada orang sukses yang tidak mengalami kegagalan. Oleh sebab itu, kegagalan merupakan jendela kesuksesan. Di saat semua pintu tertutup, janganlah berdiam diri, menyerah dan terpuruk. Lihatlah masih ada jendela yang bisa mengeluarkan kita dari ruang kegagalan. Jika kita bersikap terbuka, bisa jadi kita malah bersyukur karena mengalami kegagalan.

Ingatlah Allah SWT selalu bersama kita ketika kita mulai melangkah untuk mencapai tujuan dan impian kita. Kita harus menyadari bahwa setiap tindakan tidak akan sempurna. Tidak setiap tindakan akan menghasilkan sesuatu yang kita diinginkan. Tidak setiap tindakan akan bekerja sesuai impian kita. Terkadang membuat kesalahan, hampir benar, dan percobaan harus dilalui untuk menghasilkan sesuatu yang benar dan sesuai dengan keinginan. Pepatah mengatakan, kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Namun, bukan berarti kesuksesan harus dimulai dari kegagalan. Bisa jadi kesuksesan dan impian yang kita raih adalah hasil dari perenungan, pemikiran yang dalam, hingga kita sukses melakukannya.

Berikut adalah tips dalam meraih cita-cita dan impian:

1. Kenali kemampuan dan cita-cita
Ini adalah langkah paling awal dari pencapaian cita-cita. Mengenali kemampuan dapat mempermudah kita dalam mewujudkan cita-cita. Pada tahap ini kita harus berusaha mengenali diri dan potensi kita. Pengenalan potensi ini dapat dilihat dari kebiasaan-kebiasaan dan teman kita.

2. Fokus pada tujuan
Fokus adalah hal penting untuk diterapkan. Contohnya, jika seorang petani mengejar ayam 2 ekor sekaligus, maka tidak satu ekorpun yang ia dapat. Ia hanya akan mendapatkan kelelahan. Fokus dan konsentrasi, langkah perlangkah untuk menuju cita-cita itu.

3. Terus mengasah bakat
Setelah konsentrasi, selanjutnya adalah mengasah apa yang telah dipelajari. Seperti pepatah yang mengatakan, semakin diasah pisau akan semakin tajam. Orang yang tidak pintar, tapi belajar, lebih baik daripada yang pintar tapi tidak belajar. Lebih baik lagi jika pintar dan belajar.

4. Berani mencoba sesuatu yang baru
Jangan takut untuk mencoba. Dalam mencoba pasti ada jatuhnya. Tapi jangan dilihat seberapa banyak jatuhnya, melainkan seberapa banyak kita dapat bangkit.

6. Belajarlah dari orang sukses
Tentu kalau kita bercita-cita menjadi presiden, figur presiden seperti apa yang kita inginkan. Tentukanlah spesifik sesuai dengan cita-cita kita.

7. Berdoalah dan tawakal selalu.
Agar hidup tenang, berdoalah. Meminta doa dari orangtua kita dan orang shalih agar Allah memberi kekuatan dan kemudahan dalam mencapai cita-cita.

Sumber: Dea Sunarwan dengan sedikit editing.

Seribu Hari Tanpamu…..

Hari ini, 29 Desember 2010, genap 1000 hari kehidupan kami tanpa Kakak. Memandang buku Yasin bersampul ungu, tak ada keinginan untuk membuka halaman depannya. Hihi..meski akhirnya kuat juga, demi ambil gambarnya.

Seribu hari tanpamu Kak
Sudah ada Kania di sini, benarkah dia “sang penyembuh” hati kami?
Taj semakin tumbuh besar, kecentilannya sesekali mengingatkan kami padamu
Dia juga sudah mulai minta dibuatkan email dan blog sepertimu

Seribu hari tanpamu
Masih ada yang menoreh hati bila mengingatmu n kangen menerjang
Masih ada keinginan Kakak hadir kembali
Moga-moga ini bukan karena ketidakikhlasan kami
Namun hanya refleksi bersit kerinduan semata

Seribu hari tanpamu
Ibu benciiii banget kalau harus menulis seperti ini
Namun tak mengapa
Life must go on
Yang harus mulai Ibu ganti n perbaharui adalah semangat
Semoga lewat seribu harimu, semangat baru kian membuncah
Semoga semangat ini yang menemani dalam setiap langkah kami
Semoga Kakak bahagia di surga
Aamiin.

Jangan Menunggu…

Jangan menunggu bahagia baru tersenyum
Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia

Jangan menunggu kaya baru bersedekah
Tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya

Jangan menunggu termotivasi baru bergerak
Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi

Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli
Tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan…

Jangan menunggu orang memahami kamu baru kita memahami dia
Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu

Jangan menunggu terinspirasi baru menulis
Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu

Jangan menunggu proyek baru bekerja
Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu

Jangan menunggu dicintai baru mencintai
Tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai

Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang
Tapi hiduplah dengan tenang, Insya Allah bukan sekadar uang yang datang

Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti
Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti

Jangan menunggu sukses baru bersyukur
Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu

Jangan menunggu bisa baru melakukan,
Tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

Sumber: Djoko Soelaks – Solo

Meski pembukanya adalah untuk ibu rumah tangga, tapi saya rasa artikel ini berguna bagi semua perempuan, yang bekerja di luar rumah, bekerja di rumah or menikmati keseharian sebagai ibu di rumah. Toh banyak perempuan di sekitar kita yang berperan ganda. Semoga bermanfaat…

—————————————————————————————————————————————–
Menjadi ibu rumah tangga terkadang membuat wanita menjadi sangat sulit membagi waktu. Tanggung jawab Anda berlipat ganda, dan bisa dikatakan sebagian besar waktu Anda tercurahkan untuk mengurus rumah dan anak. Tapi, tahukah Anda, sebenarnya Anda bisa menjadi ibu rumah tangga yang sibuk tapi tetap merasa bahagia dapat melakukan hal-hal yang disukai. Ini caranya, 8 Hal yang Dapat Membuat Wanita Lebih Bahagia , seperti dikutip dari laman Hybridmom.

1. Cari waktu untuk diri sendiri
Ibu rumah tangga yang bahagia biasanya menyadari, mereka layak mendapatkan sedikit waktu untuk diri mereka sendiri. Anda pun bisa! Luangkan beberapa saat untuk mengerjakan hal-hal positif dan menyenangkan, seperti ke salon atau spa yang selama ini sulit diwujudkan. Titipkan anak pada suami atau orangtua.

2. Bercinta
Lakukan aktivitas ini, setidaknya seminggu sekali. Bercinta akan membuat ibu rumah tangga lebih bersemangat menjalani aktivitas hariannya, karena masih merasakan keintiman dengan sang suami.

3. Menyaksikan anak-anak tertawa
Kebahagiaan merupakan sebuah pilihan dan keindahan hidup selalu ada di depan Anda. Ibu yang bahagia selalu berusaha membuat anak-anaknya tertawa.

4. Tertawa lepas
Jangan menjadi ibu yang terlalu tegang dan kaku. Belajarlah untuk menertawakan kesalahan dan keberhasilan. Cara ini bisa membuat Anda lebih menghargai hidup.

5. Luangkan waktu bersama teman
Hubungan dengan keluarga tidak akan renggang meski Anda masih bisa meluangkan waktu bertemu teman-teman. Membicarakan hal-hal menyenangkan bersama teman akan meningkatkan gairah hidup Anda.

6. Sewa babysitter
Semua orangtua menyayangi anak-anak. Tapi, Anda juga perlu meluangkan waktu untuk beristirahat. Menyewa babysitter bisa menjadi pilihan sehingga Anda bisa melakukan hal-hal positif yang sebelumnya sulit dikerjakan.

7. Lakukan kegiatan sederhana
Melakukan aktivitas yang mungkin dianggap konyol, seperti menari dengan anak-anak sambil diiringi musik bisa jadi kegiatan yang bisa membuat hidup Anda lebih bersemangat. Ajak suami juga melakukan hal-hal spontan, misalnya mengajaknya berdansa saat suami baru pulang dari kantor.

8. Lakukan sesuatu yang hanya untuk diri Anda
Entah itu hobi, ikut kursus, atau bermain tenis. Ciptakan waktu khusus bagi Anda untuk terlibat dalam aktivitas positif. Hasilnya, Anda pun bisa terus berpikir positif.

Sumber: Viva News, by Siswanto

Puisi Buat Bapak

Bukan hendak menggugat takdir kepergianmu
Bukan pula bermaksud tidak ikhlas pada suratan-Nya
Tapi hati masih menolak pergimu (sama seperti waktu Kakak meninggalkanku dulu)
Kepergianmu adalah renungan dan pelajaranku
Kenapa pergimu pada saat cita-cita berhaji sudah menunggu keberangkatan
Kenapa ide “surprise” ulang tahunmu di tahun ini, justru menjadi ultah terakhirmu

Kini…tak ada lagi nasihat n arahan
Tak ada lagi tempat curhat bila diriku tertekan atau bahkan dipinang di pekerjaan
Cara pandangmu terhadap perempuan berkarya n kesetaraan gender
Dengan tetap berpegang pada nilai agama
Idealisme bahwa bekerja adalah menyenangkan n membawa manfaat buat banyak orang
Insya Allah kuingat n laksanakan selalu

Meski sering aku berbeda pendapat denganmu
Saat memilih sekolah, saat memilih suami, menentukan pekerjaan
Namun aku selalu bisa menentukan pilihanku sendiri, dengan petunjuk n doamu
Juga yang selalu kau ingatkan pada kami, “minta doa ibumu”

Tegarnya dirimu telah banyak teruji sepanjang hidup
Saat sakitnya Kakak, SMS-SMS penghibur senantiasa terkirim untukku
“Allah tak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuannya”
“Harus ada ujian untuk bisa naik kelas”
“Hasbunallah wa nikmal wakiil, nikmal maula wa nikman nashiir..”
Demikian yang sering terkirim
Saat melepas perginya Kakak pun, hanya ada bening air mata di ujung mata yang sengaja kau sembunyikan dariku (lepas itu 2 cucumu telah berpulang dahulu)

Cara mendidik n berkasih sayang kepada anak-anakmu berbeda dengan cara kami, anak-anakmu
Yup.. cara sekarang yang penuh dengan banyak metode n teori
Komentarmu waktu itu, tak harus berkata cinta untuk mengatakan cinta, tak harus mencium untuk membuktikan sayang
Kuakui.. itulah yang menjadikan kami bisa tumbuh lebih mandiri

Ketenangan n senyummu di detik-detik terakhir
Adalah pembuktian bahwa hidup benar-benar harus berniat ibadah kepada Yang Maha
Menebar manfaat buat banyak orang
Menjalin silaturahim n ukhuwah

Rangkaian kalimat ini kutulis dengan paksa, di antara deraian air mata
Tak sanggup lagi kuungkapkan, meski banyak yang kukenang
Selamat jalan Bapak…
Insya Allah surga untukmu
Semoga anak-anakmu bisa meneruskan jiwa n semangatmu

Mengenang Bapak di 40 hari perginya – wafat 16 Agustus 2010 dalam usia 70 tahun

 
Ngantor Sambil Bisnis!

Bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur namun bersyukurlah yang membuat kita bahagia

Meta